satan_sweet_2x

Merasa Takut Miskin Adalah Bisikan Setan

Setan adalah musuh umat manusia sejak jaman Nabi Adam as. hingga nanti atau hingga akhir jaman. Setan akan menggoda dan menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan yang dilarang Allah SWT. Salah satu cara setan menggoda manusia adalah dengan membisikkan dan menakut-nakuti dengan kemiskinan. Setan selalu membuat manusia tidak pernah merasa cukup terhadap apa yang sudah Allah SWT berikan. Seperti pada firman Allah,

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir) ; sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripadaNya dan karunia. Dan Allah Mahaluas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui” (Al-Baqarah: 268)

Setan membuat manusia takut miskin sehingga menjadi pelit harta untuk disedekahkan. Ibnu Katsir pernah menjelaskan sebagai berikut,

يخوفكم الفقر ، لتمسكوا ما بأيديكم فلا تنفقوه في مرضاة الله

“Setan menakut-nakuti kalian akan kemiskinan, agar kalian menahan harta ditangan kalian dan tidak kalian infakkan untuk mencari ridha Allah.” (Tafsir Ibnu Katsir)

Memang sifat dasar manusia sebenarnya adalah tidak pernah merasa puas dan teramat cinta dengan harta. Sedangkan harta merupakan godaan atau fitnah terbesar manusia. Hal itulah yang membuat manusia menjadi semakin pelit dan takut dengan kemiskinan. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alihi wa sallam,

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً، وَفِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ

“Sesungguhnya pada setiap umat ada fitnah (ujiannya) dan fitnah umatku adalah harta” (HR. Bukhari)

Untuk itulah manusia harus bisa terlepas dari godaan setan dengan tetap merasa qana’ah (sikap rela menerima) dan tetap giat bekerja. Jika tidak memiliki sifat qana’ah, seorang manusia akan terus terjerumus dalam sifat yang pelit dan takut miskin jika terus mengikuti hawa nafsu dari bisikan setan. Apalagi jika ditambah dengan rasa iri terhadap orang lain yang lebih di atasnya dalam urusan dunia. Merasa cukup dalam urusan dunia perlu diterapkan agar terus bersifat qana’ah. Pilihlah juga pergaulan sehingga tidak ada satu yang merasa dirinya lebih baik dari yang lain, sehingga dapat menghindari sifat iri. Rasulullah pernah bersabda agar kita selalu melihat yang berada di bawah kita dalam urusan dunia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

انظروا إلى من هو أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم ، فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم

“Lihatlah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau lihat orang yang berada di atasmu. Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Hal lain yang perlu dilakukan adalah dengan lebih giat bekerja. Kerjakanlah segala pekerjaan dalam bentuk apapun asalkan halal. Memiliki harta yang berlebih juga bukan untuk berfoya-foya sendiri, ada harta orang lain yang harus kita sedekahkan. Belajar bersedekah juga belajar untuk menjauhi sifat takut miskin.

ﻟَﻮْ ﺃَﻧَّﻜُﻢْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻮَﻛَّﻠُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺣَﻖَّ ﺗَﻮَﻛُّﻠِﻪِ ﻟَﺮُﺯِﻗْﺘُﻢْ ﻛَﻤَﺎ ﻳُﺮْﺯَﻕُ ﺍﻟﻄَّﻴْﺮُ ﺗَﻐْﺪُﻭ ﺧِﻤَﺎﺻًﺎ ﻭَﺗَﺮُﻭﺡُ ﺑِﻄَﺎﻧًﺎ

“Seandainya kalian sungguh-sungguh bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang “ (HR.Tirmidzi, hasan shahih)

Jangan pernah takut miski apalagi untuk menyedekahkan rezeki kepada yang lebih membutuhkan. Rasulullah bersabda bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta seseorang:

مَا نَقَصَ مَالُ عَبْدٍ مِنْ صَدَقَةٍ

“Harta seorang hamba tidak akan berkurang karena shadaqah.” (HR. Tirmidzi)

Mulai saat ini, cobalah untuk bersifat qana’ah, bekerja lebih giat, dan belajar menyedekahkan harta yang dimiliki kepada yang lebih membutuhkan. InsyaAllah ketiga hal tersebut membantu kita menghindari rasa takut miskin dari bisikan setan. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *