topeng-73b5f9ef48bac4418be84c3af65625f4_600x400

Begini Cara Menghadapi Orang Munafik

Anda pasti sudah tidak asing mendengar kata munafik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Munāfiq atau Munafik (kata benda, dari bahasa arab: plural munāfiqūn) adalah terminologi dalam Islam untuk merujuk pada mereka yang berpura-pura mengikuti ajaran agama Islam, tetapi sebenarnya hati mereka memungkirinya. Orang yang munafik selalu berkata yang tidak sesuai dengan apa yang ia lakukan alias bermuka dua.

Orang yang munafik memiliki ciri-ciri sebagai berikut,

Pertama, dusta. Dalam sebuah kitab Sahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah pun bersabda, sebagai berikut: “Tanda orang munafik ada tiga, salah satunya adalah jika berbicara dia dusta.” (HR. Sahih dan Muslim). Orang yang munafik sering kali berkata bohong atau berdusta. Dalam islam, tindakan ini sangat dibenci oleh Allah SWT. Tak hanya dibenci Allah, berdusta juga mendatangkan banyak kemudorotannya.

Dalam sebuah hadist riwayat Imam Ahmad Musnad, Rasulullah bersabda:

“Celaka baginya, celaka baginya, celaka baginya. Iaitu seseorang yang berdusta agar orang-orang tertawa.” (HR. Imam Ahmad Musnad)

Kedua, khianat. Orang yang berkhianat adalah orang yang tidak dapat menepati apa yang telah dijanjikan tanpa sebab tertentu. Jika tidak ada halangan yang benar-benar menghalangi janjinya, maka ia termasuk ciri-ciri orang yang munafik.

Ketiga, ingkar janji.“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS. An- Nahl ayat 91).

Meski telah mengetahui ciri-ciri sifat orang munafik, Rasulullah tetap memperlakukan orang-orang tersebut seperti muslim pada umumnya. Meski begitu, umat Islam harus tetap mewaspadai kemunafikan mereka.

Petunjuk dari Allah Ta’ala

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ [التوبة/73]

“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafiq itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (QS. At-Taubah [9] : 73)

Dalam petunjuk tersebut, Allah memerintahkan untuk tidak bersifat lembut terhadap orang-orang kafir dan munafik. Sementara itu, Allah Ta’ala memerintahkan bersikap lunak dan hormat terhadap mukminin.Sungguh Allah telah berfirman, yang artinya:

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ [الشعراء/215]

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.”(QS. Asy-Syu’araa’ [26] : 215)

 

Menghadapi orang munafik tidak perlu menjadikannya musuh. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi orang yang munafik, di antaranya;

  1. Beri batasan

Memberi batasan bukan berarti harus memusuhinya. Ada beberapa hal yang harus Anda pilah sejauh apa Anda bisa berteman atau terbuka dengannya.

  1. Waspada

Dalam menghadapi orang atau teman yang munafik, kita harus terus berhati-hati dalam berbicara dan bertingkah laku sehingga kita tidak menjadi bahan gunjingan orang yang munafik. Tidak perlu menunjukkan sifat atau sikap asli kita di depan orang munafik, karena akan terus ada orang yang suka dan tidak suka kepada diri kita. Orang yang munafik terkadang suka berbicara yang dilebih-lebihkan atau bisa saja dikurang-kurangi.

  1. Hati-hati saat memberikan informasi

Jika sudah mengetahui orang tertentu memiliki sifat munafik, alangkah lebih baik untuk tetap berhati-hati saat akan memberikan informasi. Apalagi jika informasi tersebut bersifat rahasia. Kita harus pandai dalam melihat situasi dan kondisi saat akan memberikan informasi yang begitu penting. Khawatir jika informasi penting tersebut akan disalahgunakan oleh orang yang memiliki sifat munafik.

                                                                                                                         

Meski kita harus tetap mewaspadai orang yang munafik, bukan berarti kita terus bersuudzon terhadap semua orang. Kita harus tetap memberikan celah bagi seseorang untuk berbuat baik. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *