alam-barzakh-1

Beruntungnya Orang yang Meninggal di Hari Jumat

Hari Jumat merupakan hari yang raya yang diulang setiap minggunya bagi umat Islam. Jumat menjadi hari yang sangat istimewa sebab banyak keutamaan dan keistimewaan Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda di suatu Jum’at, “Wahai segenap kaum muslimin, sesungguhnya ini adalah hari yang dijadikan oleh Allah SWT sebagai hari raya bagi kalian.” (HR. at-Thabrani dalam al-Mu’jamash-Shagir dan dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al- Albani dalam Shahih al-Jami’)

Hari Jumat tidak hanya menjadi hari yang istimewa bagi orang yang masih hidup, melainkan juga bagi orang yang sudah meninggal. Tak ada seorang pun yang dapat memprediksi kematian, sebab kematian seseorang menjadi rahasia Allah SWT.

Banyaknya keutamaan dan keistimewaan pada hari Jumat, membuat seorang muslim mendambakan kematian di hari yang istimewa tersebut. Apa saja keutamaan meninggal di Hari Jumat? Simak berikut ini.

  1. Menandakan Khusnul Khatimah

Seseorang yang meninggal di malam Jumat atau di hari Jumat menandakan bahwa ia meninggal dalam keadaan khusnul khatimah. Hal tersebut muncul dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam kitab sunannya. Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidaklah seorang Muslim meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat kecuali Allah akan melindunginya dari azab kubur’.”

  1. Terhindar Dari Siksa Kubur

Meninggal atau proses keluarnya ruh dari jasad merupakan hal yang terdengar menakutkan bagi sebagian orang. Namun, hal ini tidak berlaku bagi seseorang yang beriman dan menantikan pertemuannya dengan Allah SWT. Mereka biasanya mengidamkan hari yang baik sebagai hari kematiannya, yaitu pada hari Jumat. Meninggal di malam Jumat atau hari Jumat menandakan seseorang mati dalam keadaan khusnul khatimah sebab terlindung dari siksa kubur. Seperti pada hadits berikut, dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at melainkan Allah melindunginya dari siksa kubur.” (HR. At-Tirmidzi)

  1. Mendapat Pahala Mati Syahid

Ada sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa meninggal pada hari Jumat sama dengan mendapat pahala mati syahid, sebab terbebas dari siksa kubur. Humaid dari Iyas bin Bukair menyatakan, “Barangsiapa mati di hari Jum’at, ia dicatat mendapat pahala syahid dan aman dari siksa kubur.” Namun, menurut Syekh Muhammad Anwar Syah al-Kasymiri, hadits-hadits tersebut tidak sampai kepada derajat hadits Shahih. Masih menurut al-Kasymiri, andai ada riawayat shahih, maka yang mendapat keutamaan adalah orang yang meninggal di hari Jumat, bukan orang yang meninggal sebelum Jumat, kemudian baru dimakamkan di hari Jumat. Al-Kasymiri menegaskan:

 

ما صح الحديث في فضل موت يوم الجمعة ، ولو صح بالفرض لكان الفضل من عدم السؤال لمن مات يوم الجمعة لا من مات قبل وأخر دفنه إلى يوم الجمعة

 

“Tidak mencapai derajat shahih, hadits mengenai keutamaan mati di hari Jumat, bila diandaikan keshahihannya, maka keutamaan tidak ditanya malaikat diarahkan kepada orang mati di hari Jumat, bukan orang yang meninggal di hari sebelumnya dan diakhirkan pemakamannya sampai hari Jumat.” (Muhammad Anwar Syah Ibnu Mu’azzham Syah al-Kasymiri, al-‘Arf al-Syadzi, juz 2, hal. 452).

 

Syekh Abdur Rauf al-Manawi memberi pandangan mengapa wafat di hari atau malam Jumat mendapat keutamaan dijaga dari fitnah kubur dalam keterangannya dalam kitab Faidl al-Qadir sebagai berikut:

 

“Sabda Nabi, tidaklah seorang Muslim mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur, sebab orang yang wafat di hari atau malam Jumat dibukakan paginya tutup (kurungan), sebab pada hari Jumat api neraka Jahannam tidak dinyalakan, pintu-pintunya ditutup, keleluasaan api neraka tidak berjalan sebagaimana hari-hari yang lain. Maka, bila di hari Jumat seorang hamba dicabut ruhnya, hal tersebut menunjukan kebahagiannya dan baiknya tempat kembali baginya, sebab hari Jumat adalah hari terjadinya kiamat. Allah memisahkan di antara para kekasih dan musuh-musuhNya, demikian pula memisahkan hari-hari mereka yang dapat mengundang mereka untuk berziarah kepadaNya di hari tersebut di surga ‘And. Tidaklah seorang mukmin dicabut nyawanya di hari Jumat yang penuh dengan kebesaran rahmatNya yang tidak terhingga, kecuali Allah mencatatkan untuknya keberuntungan dan kemuliaan, maka dari itu, Allah menjaganya dari fitnah kubur.” (Syekh Abdur Rauf al-Manawi, Faidl al-Qadir, juz 5, hal. 637).

 

Itulah keutamaan-keutamaan bagi orang yang meninggal di hari Jumat. Semoga kita senantiasa untuk selalu istiqomah di jalan Allah SWT. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *