adab_makan-e1453461131543-810x500

Hukum Memakan Makanan yang Tidak Tahu Kehalalannya

 

Makanan merupakan kebutuhan manusia untuk dapat bertahan hidup. Dalam islam, semua hal sudah diatur termasuk soal makanan. Umat muslim diwajibkan memakan makanan yang halal dan baik. Namun, ada di beberapa kondisi tertentu seorang muslim tidak dapat mengetahui kehalalan makanan yang ia konsumsi. Padahal, situasinya mengharuskan ia memakan makanan tersebut karena tidak mempunyai pilihan.

Sebagai muslim yang baik dan taat, tentunya kita akan memilih makanan yang sudah terjamin kehalalannya. Namun, hal tersebut mungkin akan sulit berlaku pada umat muslim yang hidup atau sedang berkunjung ke negara yang di mana penduduknya didominasi oleh non muslim.

Ada hadits yang membahas hal tersebut. Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari yang bersumber dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhu :

أَنَّ قَوْمًا قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ قَوْمًا يَأْتُونَا بِاللَّحْمِ لَا نَدْرِي أَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ أَمْ لَا ، فَقَالَ : سَمُّوا عَلَيْهِ أَنْتُمْ وَكُلُوهُ . قَالَتْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا راوية الحديث : وَكَانُوا حَدِيثِي عَهْدٍ بِالْكُفْرِ

“Bahwasanya ada suatu kaum yang berkata kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sesungguhnya ada satu kelompok manusia yang datang kepada kami dengan membawa daging, kami tidak tahu apakah disembelih atas nama Allah ataukah tidak? Maka beliau menjawab : “Sebutlah nama Allah oleh kamu atasnya dan makanlah”. Aisyah menjawab, “Mereka pada saat itu masih baru meninggalkan kekufuran.” (Riwayat Imam Al-Bukhari, Hadits no. 2057)

Saat ini, makanan halal mungkin dapat lebih mudah ditemui pada kemasan produk makanan. Namun, hal ini tidak berlaku pada makanan yang disajikan di rumah makan atau makanan di pinggir jalan. Makanan berlabel halal telah  melalui serangkaian proses dan persetujuan dari Majelis Ulama Indonesia. Meski begitu, tidak sedikit juga pedagang nakal yang mengatakan bahwa makanan yang dijualnya halal karena tidak mengandung babi.

Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan bahwa segala sesuatu yang diperoleh di pasar kaum muslimin, asalnya halal. Begitu pula dengan hasil sembelihan mereka karena asalnya namanya muslim sudah paham keharusan membaca ‘bismillah’ saat menyembelih. Oleh karenanya, Ibnu ‘Abdil Abrr berkata bahwa sembelihan seorang muslim boleh dimakan dan kita berprasangka baik bahwa ia membaca bismillah ketika menyembelih. Karena kita hendaklah berprasangka yang baik pada setiap muslim sampai jika ada sesuatu yang menyelisihi hal itu. Demikian disebutkan dalam Fath Al-Baari, 9: 786.

Saat Anda berada di dalam situasi atau negara yang bermayoritas non muslim, sebaiknya berusahalan terlebih dahulu mencari makanan yang sudah pasti halal. Meski hal ini dirasa cukup sulit dan butuh perjuangan yang tidak mudah, setidaknya Anda sudah berusaha. Atau Anda bisa memasaknya sendiri jika memungkinkan. Mengucapkan “bismillahirrohmanirrohim” sebelum makan juga sangat penting dan selalu perlu diingat. Mengucapkan bismillah insya Allah akan membuat Allah melindungi kita.

Namun, jika sudah terlanjur makan dan baru mengetahui bahwa makanan tersebut haram setelah selesai, maka perhatikan hadits berikut,

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إن الله تجاوز لي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه

Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa” (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

Untuk itu, sebelum makan ingatlah untuk selalu mengucapkan “bismillahirrohmanirrohim”. Mengucapkan bismillah insyaAllah akan membuat Allah akan melindungi kita.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *