Muslims gathered in Mecca of the world's different countries

Pelajaran yang Bisa Diambil dari Ibadah Haji dan Kurban

Ibadah haji dan kurban jatuh pada bulan yang sama yaitu bulan Dzulhijjah. Kedua ibadah ini telah diabadikan di dalam al-Quran. Berkurban merupakan kisah Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail as. yang di mana dalam kisah ini kita dapat mengambil hikmah, pun dengan ibadah haji. Haji menurut bahasa artinya berkunjung. Berkunjung karena dalam ibadah ini seorang muslim mengunjungi dua masjid yang agung dan mulia, yaitu Masjid al-Haram di Makkah, dan Masjid an-Nabawiy di Madinah. Dalam Al-Quran terdapat surat khusus yang membahas prosesi ibadah haji, seperti ihram, tawaf, sa’i, wuquf di Arafah, dan mencukur rambut. Surat itu ialah surat al-Hajj (surat ke-22 dalam Al-Quran).

Ada banyak pelajaran yang bisa diambil oleh seorang muslim dari ibadah haji dan berkurban, di antaranya merupakan:

  1. Belajar Mengikuti Ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Saat beribadah haji, seorang muslim harus melakukannya sesuai tuntunan, tidak bisa melakukannya secara asal. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لِتَأْخُذُوا مَنَاسِكَكُمْ فَإِنِّى لاَ أَدْرِى لَعَلِّى لاَ أَحُجُّ بَعْدَ حَجَّتِى هَذِهِ

“Ambillah dariku manasik-manasik kalian, karena sesungguhnya aku tidak mengetahui, mungkin saja aku tidak berhaji setelah hajiku ini”. (HR. Muslim no. 1297, dari Jabir).

Ini menunjukkan bahwa ibadah qurban dan haji serta ibadah lainnya mesti didasari ilmu. Jika tidak, maka sia-sialah ibadah tersebut. ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz pernah berkata,

مَنْ عَبَدَ اللَّهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ

“Siapa yang beribadah kepada Allah tanpa didasari ilmu, maka kerusakan yang ia perbuat lebih banyak daripada maslahat yang diperoleh.” (Majmu’ Al Fatawa, 2: 282)

  1. Belajar Ikhlas

Beribadah kurban tentunya perlu adanya rasa ikhlas dan ketakwaan. Daging dan darah hewan kurban merupakan bentuk keikhlasan dalam berkurban. Allah Ta’ala berfirman,

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al Hajj: 37)

Pun dengan ibadah haji, saat melakukannya perlu rasa keikhlasan bukan hanya untuk mencari gelar dan mengharap sanjungan. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Siapa yang berhaji karena Allah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari no. 1521).

Hadits di atas mengisyaratkan jika ibadah haji dan berkurban bukan sebagai ajang pamer amalan dan kekayaan.

  1. Belajar Menyedekahkan Harta

Berkurban dan ibadah haji merupakan salah satu cara kita belajar untuk menyedekahkan harta di jalan Allah. Dalam dua ibadah tersebut, umat muslim setidaknya dapat mengambil pelajaran untuk melepaskan harta yang dimilikinya untuk  beribadah kepada Allah. Bersedekah atau mengeluarkan harta di jalan Allah sesungguhnya tidak ada ruginya, malah akan menambah keberkahan. Seperti hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أنفقي أَوِ انْفَحِي ، أَوْ انْضَحِي ، وَلاَ تُحصي فَيُحْصِي اللهُ عَلَيْكِ ، وَلاَ تُوعي فَيُوعي اللهُ عَلَيْكِ

“Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan berkah rezeki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.” (HR. Bukhari no. 1433 dan Muslim no. 1029)

Hadits tersebut diperkuat juga dengan firman Allah SWT,

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pula,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim no. 2588, dari Abu Hurairah)

 

Itulah pelajaran-pelajaran yang dapat diambil dari ibadah haji dan ibadah kurban. Semoga kita termasuk orang muslim yang mau menyedekahkan harta di jalan Allah SWT yang semata-mata hanya ingin mendapatkan berkah dan pahala dari-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *