bh2gWWW

Amalan Haji yang Dilakukan Pada Saat Idul Adha

Ibadah haji merupakan salah satu rukun islam. Tak terasa sebentar lagi umat muslim akan menyambut hari raya Idul Adha atau yang juga biasa disebut “musim haji”. Dalam melaksanakan ibadah haji di tanah suci, jamaah yang telah memenuhi syarat wajib haji akan melakukan kegiatan dan amalan-amalan selama beribadah di sana. Idul Adha jatuh pada 10 Dzulhijjah, pada  hari itu, para jamaah melakukan banyak amalan mulai dari ihram hingga sa’i di masjidil haram. Berikut merupakan amalan haji yang dilakukan jamaah pada saat Idul Adha.

  1. Ihram

Kata ihram diambil dari bahasa arab yaitu Al-Haram, yang berarti terlarang. Saat ibadah haji, karena seseorang meniatkan dirinya untuk beribadah, maka ia dilarang untuk berjima’, mengatakan ucapan kotor, menikah, dan lain  sebagainya. Masih banyak umat muslim yang salah paham bahwa ihram maksudnya berpakaian dengan kain ihram.  Padahal makna tersebut salah. Ihram merupakan niat melakukan haji atau umrah, sedangkan berpakaian dengan kain ihram sudah merupakan keharusan.

  1. Bertalbiyah atau Bertakbir

Jamaah haji akan bertakbir saat ketika berangkat ke mina pada 10 Dzulhijjah. Takbir dilakukan selama diperjalanan hingga selesai melakukan jumroh ‘Aqobah.

  1. Melempar Jumrah

Kegiatan melempar jumrah merupakan salah satu amalan wajib. Ini dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya melakukan hal yang sama saat berhaji. Jika seorang Jemaah haji tidak dapat melakukan kegiatan melempat jumrah, maka ia harus menyembelih seekor kambing atau disebut dengan fidyah dam. Jika tidak mampu menyembelih seekor kambing, maka ia harus melaksanakan ibadah puasa selama 10 hari yang harus dilakukan ketika berhaji dan ketika sudah pulang. Dengan pembagian waktu, 3 hari selama masih di tanah suci dan 7 hari ketika sudah pulang.

  1. Menyembelih Hewan

Amalan haji selanjutnya yang dilakukan adalah melakukan penyembelihan hewan ketika berada di tanah haram. Jamaah haji bisa melakukan penyembelihan sendiri, tetapi juga bisa mewakilkannya.

  1. Mencukur Rambut

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencukur rambutnya setelah menyembelih hewan untuk tanah haram. Amalan mencukur rambut bisa dilakukan dengan memangkas habis rambut atau dengan memendekkannya saja. Saat beribadah haji saat Idul Adha, kegiatan mencukur rambut lebih diutamakan. Untuk jamaah haji wanita, memendekkan rambut saja sudah dirasa cukup.

  1. Tawaf Ifadah

Salah satu rukun haji yaitu melakukan tawaf ifadah di masjidil haram, yang biasa disebut juga tawaf rukun. Tawaf ini dilakukan setelah jamaah haji tahallul awwal, yakni telah bisa melakukan larangan-larangan ihram seperti melepas pakaian ihram, memakai wewangian dan berbagai larangan lainnya selain yang berhubungan dengan wanita. Allah telah berfirman :

“Dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu

 (al-hajj: 29).

  1. Sa’i di Masjidil Haram

Kegiatan sa’i adalah berjalan bolak balik sebanyak tujuh kali dari bukit safa ke bukit marwa yang diniatkan dengan sa’i haji.

 

Saat melakukan amalan-amalan haji, sebaiknya dilakukan secara berurutan, tetapi tidak menjadi masalah ketika dilakukannya secara acak. Hal ini dijelaskan dalam hadits.

“Jika salah satu dari amalan haji pada hari kesepuluh di atas dimajukan dari yang lain, maka tidaklah masalah. Jika seseorang menyembelih dulu sebelum melempar jumrah, atau mencukur sebelum menyembelih, atau melakukan thowaf ifadhoh sebelum melempar jumrah dan mencukur, maka tidaklah mengapa. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanyakan demikian dan beliau menjawab tidaklah mengapa. Namun yang disunnahkan adalah mengikuti sebagaimana yang beliau lakukan yaitu: melempar jumrah, lalu menyembelih, lalu mencukur, kemudian melakukan thowaf (ifadhoh).”

(Shifat Hajjatin Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, hal. 196).

Itulah beberapa amalan yang dilakukan jamaah haji saat Idul Adha di masjidil haram. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *