qurban

Syarat Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam

Hari raya Idul Adha merupakan salah satu rangkaian hari raya besar bagi umat Islam. Hari raya Idul Adha menjadi kesempatan ibadah berbagi bagi mereka yang mampu dan memiliki harta lebih. Berkurban memberikan manfaat bagi orang yang kurang mampu. Dalam berkurban, juga memiliki makna bahwa kita telah mengorbankan sesuatu untuk kita berikan pada agama. Ini berdasarkan sejarah kurban dari Nabi Ibrahim as. yang menyembelih anak kesayangnnya yaitu Nabi Ismail as. atas perintah Allah SWT lewat mimpi Nabi Ibrahim as. Namun, sesaat sebelum Nabi Ibrahim as. menyembelih putra kesayangannya, Allah SWT menggantinya dengan seekor domba. Berikut merupakan hadits tentang kurban.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الأَضْحَى بِالْمُصَلَّى فَلَمَّا قَضَى خُطْبَتَهُ نَزَلَ مِنْ مِنْبَرِهِ وَأُتِىَ بِكَبْشٍ فَذَبَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِيَدِهِ وَقَالَ: (( بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّى وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِى )).

“Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah radhiallahu ‘anhu bahwasanya dia berkata, “Saya menghadiri shalat idul-Adha bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di mushalla (tanah lapang). Setelah beliau berkhutbah, beliau turun dari mimbarnya dan didatangkan kepadanya seekor kambing. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelihnya dengan tangannya, sambil mengatakan: Dengan nama Allah. Allah Maha Besar. Kambing ini dariku dan dari orang-orang yang belum menyembelih di kalangan umatku

Hewan yang dijadikan sebagai hewan kurban tidaklah hewan sembarangan. Hewan-hewan itu haruslah hewan ternak yaitu unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba. Untuk Hewan Unta maka usianya diperkirakan minimal 5-6 tahun. Sedangkan Sapi atau Kerbau usianya 2 minimal 2 tahun, sedangkan Kambing atau Domba minimal 2 tahun.

Kondisi kesehatan hewan juga perlu diperhatikan. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di tengah-tengah kami dan berkata, “Ada empat cacat yang tidak dibolehkan pada hewan kurban: buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya, sakit dan tampak jelas sakitnya, pincang dan tampak jelas pincangnya, sangat kurus sampai-sampai seolah tidak berdaging dan bersum-sum.” (HR Tirmidzi). Dari hadits tersebut menyatakan bahwa hewan kurban tidak boleh dalam keadaan cacat.

Tak hanya memperhatikan kesehatan fisik hewan, Anda juga harus memastikan bahwa hewan tersebut adalah halal baik dari jenis, akad yang halal, dan cara memperolehnya. Saat hari  raya Idul Adha, pastikan petugas penyembelih hewan menyembelih dengan cara yang baik dan benar, yang didahulukan dengan membaca doa. “Dari Saddadi Ibnu Aus Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya Allah menetapkan supaya berbuat baik terhadap segala sesuatu. Apabila kamu membunuh, bunuhlah dengan baik. Apabila kamu hendak menyembelih, sembelihlah dengan baik dan hendaklah mempertajam pisaunya dan memberikan kesenangan terhadap binatang yang disembelih.” (HR. Muslim) dan hadits lainnya yaitu “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya.” (QS Al An’am : 121)

Saat pembagian daging kurban, sebenarnya tidak ada syarat khusus untuk mendapatkan daging kurban. Namun, alangkah lebih baik jika mendahulukan orang yang kurang mampu.

Ibadah kurban diupayakan dapat menambah kecintaan kita kepada Allah SWT, mematuhi segala perintah-Nya, dan menebar kebahagiaan bagi orang-orang yang kekurangan. Semoga Allah melapangkan rezeki kita semua untuk dapat berkurban di kesempatan yang akan datang, dan semoga Allah senantiasa menambahkan iman dan taqwa kita untuk terus menaati perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *