shutterstock

Berkah yang Didapat dari Sedekah

Banyak orang yang beranggapan bahwa bersedekah mengurangi jumlah nominal uang yang kita punya. Padahal, dengan mengeluarkan harta dalam bentuk zakat, infak, dan sedekah, seseorang akan mendapatkan berkah dan rezeki. Selain karena sifat manusia yang pelit, setan juga ikut menggoda seseorang yang akan berinfak agar takut pada kefakiran. Hal itu disebtukan dalam firman Allah SWT:

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat buruk (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (Qs Al-Baqarah 268).

Di antara keutamaan bersedekah antara lain, pertama orang yang bersedekah akan mendapat rahmat Allah seperti yang terkandung dalam QS al-A’raf [7]: 56. Sedekah akan bermanfaat sebagai naungan di akhirat saat tidak ada naungan selain naungan Allah SWT. “Sesungguhnya, sedekah itu memadamkan panasnya kubur dan hanyalah seorang Mukmin yang mendapatkan naungan pada hari kiamat nanti dengan sedekahnya.” (HR Thabrani dan Baihaqi).

Kedua, sedekah dapat memadamkan murka Allah “Sedekah rahasia (tersembunyi) itu memadamkan amarah Ilahi.” (HR Thabrani dan Ibnu Asakir). Ketiga, sedekah menolak mati dalam keadaan suul khatimah (akhir yang buruk). “Akhlak buruk adalah kejelekan, kuat ingatan adalah mengembangkan, dan sedekah menolak mati suul khatimah.” (HR al- Baihaqi).

Keempat, sedekah dapat menjadi penyembuh saat sakit. “Obatilah orang-orang sakit dengan sedekah, bentengilah hartamu dengan zakat, dan sesungguhnya zakat itu menolak peristiwa mengerikan dan penyakit.” (HR Ad-Dailami dari Ibnu Umar). Kelima, sedekah dapat menambah berkah dan rezeki “Barang siapa menafkahkan hartanya maka akan diberi keberkahan darinya.” Dalam hadis lain disebutkan, “Tidaklah sedekah itu mengurangi harta dan tidaklah pemberian maaf itu kecuali ditambah kemuliaan oleh Allah dan tidaklah seseorang tawadhu karena Allah, kecuali Dia akan mengangkat derajatnya.” (HR Muslim).

Harta yang dikeluarkan di jalan Allah akan mendapat keberkahan seperti firman Allah SWT:

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” (Qs Al-Baqarah 276).

Bersedekah dengan rasa ikhlas dapat membuatnya semakin berkah. Meskipun dalam nominal yang sedikit, jika didasari dengan rasa ikhlas maka menjadi keberkahan. Dari Abu Hurairah, RA, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu”. (HR. Muslim)

Bersedekahlah dengan diam-diam, jangan karena ingin dilihat dan dipuji oleh orang lain. Ketika bersedekah, cukup Allah SWT yang tahu. Dari Abu Hurairah, RA, Rasulullah SAW bersabda, “Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya …(dan disebutkan salah satu dari mereka)… dan laki-laki yang bersedekah kemudian menyembunyikan sedekahnya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya” (HR. Bukhari & Muslim).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa untuk mencapai keberkahan, sedekah tidak perlu ditunjukkan secara terang-terangan sampai orang lain tahu. Hal ini dikhawatirkan akan didominasi sifat pamer dan riya. Meskipun begitu, sedekah secara terang-terangan juga sah-sah saja. Karena yang menerima dari seluruh amal perbuatan kita adalah Allah Swt.

Di hari Jumat yang baik ini, alangkah lebih baik jika kita lebih banyak melakukan kebaikan termasuk dengan bersedekah. Sisihkan sedikit uang yang bisa dikeluarkan sebagai infak dan sedekah. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *