masjid-quba

Keistimewaan Masjid Quba yang Jarang Orang Ketahui

Masjid Quba merupakan masjid tertua yang ada di dunia. Masjid yang berlokasi di sekitar Madinah ini memiliki keistimewaan karena dibangun oleh Rasulullah Salallahu Alaihiwasallam. Rasulullah membangun masjid ini saat beliau hijrah dari Makkah ke Madinah. Beberapa kilometer sebelum memasuki Madinah, Rasulullah Salallahu Alaihiwasallam bersama Abu Bakar, membangun masjid di daerah Quba, yang sekarang dinamakan dengan Masjid Quba.

Masjid ini didirikan pada 8 Rabiul Awal tahun 1 Hijriyah atau sekitar 662 Masehi. Terletak di luar kota Madinah atau lebih tepatnya sekitar 5 km di sebelah tenggara Kota Madinah. Masjid Quba saat ini sangat jauh berbeda dengan masjid Quba saat zaman Rasulullah. Saat ini, Masjid Quba telah banyak direnovasi dan diperluas pada masa kerajaan Arab Saudi. Renovasi Masjid Quba dilakukan pada tahun 1986. Renovasi dan perluasan ini telah menelan biaya sebesar 90 riyal dengan daya tamping 20 ribu jamaah.

Pada saat dibangun, Masjid Quba berdiri di atas kebun kurma dengan luas 1200 meter persegi, dan saat ini luas masjid pertama yang ada di dunia ini sekitar 5.035 meter persegi. Ada 19 pintu dan 3 pintu utama untuk keluar masuk jamaah ke dalam masjid. Ada dua pintu yang diperuntukkan untuk jamaah laki-laki, dan satu pintu untuk jamaah perempuan agar tidak bercampur. Di seberang ruang utama masjid, ada ruangan yang biasa dijadikan sebagai tempat belajar mengajar.

Rasulullah meletakkan batu pertama tepat di kiblatnya dan ikut menyusun batu-batu hingga bisa menjadi pondasi dan dinding masjid. Rasullullah dibantu para sahabatnya dan kaum Muslim. Ammar menjadi pengikut Rasulullah yang paling rajin dalam membangun masjid ini. Tanpa kenal lelah, ia membawa batu-batu yang ukurannya sangat besar, hingga orang lain tak sanggup mengangkatnya. Ammar mengikatkan batu itu ke perutnya sendiri dan membawanya untuk dijadikan bahan bangunan penyusun masjid ini. Ammar memang selalu dikisahkan sebagai prajurit yang sangat perkasa bagi pasukan Islam. Dia mati syahid pada usia 92 tahun.

Pada zaman dulu, Rasulullah Salallahu Alaihiwasallam selalu pergi ke Masjid Quba pada hari Sabtu dengan menaiki unta atau dengan berjalan kaki. Tak hanya pada hari Sabtu, Rasulullah juga mendatangi masjid ini pada hari Senin dan kamis, seperti yang diriwayatkan dari Imam Bukhari, Rasulullah Salallahu Alaihiwasallam bersabda, “barang siapa yang telah bersuci (berwudhu) di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba lalu shalat di dalamnya dua rakaat, maka baginya sama dengan pahala umrah.” (Sunan Ibn Majah, No. 1412)

Biasanya orang yang berkunjung ke Madinah akan melakukan ziarah ke Masjid Quba dan melaksanakan shalat di sana. Hal ini sama seperti apa yang dilakukan para sahabat nabi setelah Rasulullah Salallahu Alaihiwasallam wafat. Hal ini karena keutamaan yang akan didapat, seorang Ahlul Quran bernama Salim berkata “segala puji bagi Allah yang telah mendekatkan kita ke Masjid Quba. Sekiranya ia berada di ujung dunia, niscaya kami akan mendatanginya.” MasyaAllah, sungguh istimewa masjid yang Rasulullah bangun pertama kali ini.

Berikut adalah hadist hadist terkait Masjid Quba:

Ketika pembangunan Masjid ini selesai, Rasulullah Saw. mengimami shalat selama 20 hari. Semasa hidupnya, lelaki yang dijuluki Al-Amin ini selalu pergi ke Masjid Quba setiap hari Sabtu, Senin dan Kamis. Setelah Rasulullah Saw. wafat, para shabat menziarahi masjid ini dan melakukan shalat disana.” (HR Bukhari dan Muslim)

“Shalat di Masjid Quba memiliki keutamaan. Menurut Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif ra., ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda, ‘Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, kemudian pergi ke Masjid Quba, lalu ia shalat di dalam Masjid Quba, maka baginya pahala seperti pahala umrah.’” (HR Tirmidzi)

Semoga kita memiliki kesempatan untuk pergi ke tanah suci melaksanakan ibadah umrah dan haji serta berkunjung ke Masjid Quba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *