f3b53c76-608e-45e0-826d-e19d8f6d8d2e_16x9_788x442

Keutamaan Memberi Iftar

Bulan Ramadhan menjadi kesempatan besar kepada umat muslim untuk memperbanyak melakukan kebaikan. Sebab di bulan penuh rahmat ini banyak sekali kesempatan menuai pahala yang berlimpah. Ada banyak sekali amalan yang bisa dilakukan untuk mendapat keberkahan. Hanya dengan memberi sesuap nasi, minuman, ataupun sedikit kurma, itu semua bisa menjadi lading pahala.

Hal ini telah dijanjikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Melansir dari rumahsyo.com, Ath Thobari rahimahullah menerangkan, “Barangsiapa yang menolong seorang mukmin dalam beramal kebaikan, maka orang yang menolong tersebut akan mendapatkan pahala semisal pelaku kebaikan tadi. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi kabar bahwa orang yang mempersiapkan segala perlengkapan perang bagi orang yang ingin berperang, maka ia akan mendapatkan pahala berperang. Begitu pula orang yang memberi makan buka puasa atau memberi kekuatan melalui konsumsi makanan bagi orang yang berpuasa, maka ia pun akan mendapatkan pahala berpuasa.”
Tak hanya mendapatkan pahala dengan memberi makan orang yang berpuasa, tetapi pahala juga bisa diraih berkat doa orang yang menyantap makanan berbuka. Jika orang yang menyantap makanan berbuka turut mendoakan si pemberi makan, maka sungguh itu adalah doa yang terkabulkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.” Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do’a karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى

Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii” [Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku.]

Bayangkan jika orang yang menyantap makanan yang kita berikan berdoa seperti apa yang Rasulullah doakan, maka sungguh rezeki yang kita keluarkan akan semakin berkah. Ingatlah, harta terbaik adalah di sisi orang yang solih. Maka dari itu, saat kita hendak memberi makan berbuka, pilihlah orang-orang terbaik atau orang yang solih. InsyaAllah mereka itu adalah orang-orang yang bisa mendoakan kita ketika mereka berbuka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan pada ‘Amru bin Al ‘Ash,

يَا عَمْرُو نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلْمَرْءِ الصَّالِحِ

Wahai Amru, sebaik-baik harta adalah harta di tangan hamba yang Shalih.”

Memberi makan kepada orang-orang yang hendak berbuka dengan dibarengi berpuasa, maka itulah jalan surga. Dari ‘Ali, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا ». فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ »

Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.”

Itulah keutamaan-keutamaan memberi makan atau iftar kepada orang yang berpuasa. Sebagaimana yang Rasulullah telah ajarkan dan telah Rasulullah janjikan atas pahala-pahala yang diraih dari kebaikan-kebaikan. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *