shalat-1

Bolehkah Shalat Tarawih 11 Raka’at Padahal Imam 23 Raka’at

Shalat tarawih adalah salah satu kegiatan ibadah malam yang hanya ada di Bulan Ramadhan. Di Indonesia, ada perbedaan rakaat shalat tarawih yakni 11 rakaat dan 23 rakaat. Jumlah keduanya sudah ditambah dengan shalat witir. Meski ada perbedaan, kedua rakaat shalat tarawih tidak terlalu dipermasalahkan oleh ulama karena perkara jumlah rakaat tarawih adalah perkara yang longgar. Yang sering menjadi pertanyaan adalah bagaimana hukumnya jika seseorang shalat tarawih sejumlah 11 rakaat saja, sedangkan orang tersebut melakukan jamaah dengan imam yang jumlah rakaatnya 23?

Melansir dari muslim.or.id, yang sesuai dengan sunah adalah tetap mengikuti imam meskipun ia shalat 23 rakaat. Karena Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من قام مع الإمام حتى ينصرف كتب الله له قيام ليلة

Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk” (HR. At Tirmidzi, no. 734, Ibnu Majah, no. 1317, Ahmad, no. 20450)

dalam lafazh yang lain:

بقية ليلته

Ditulis baginya pahala shalat di sisa malamnya” (HR. Ahmad, no. 20474).

Maka mengerjakan shalat tarawiih yang lebih afdhal bagi seorang ma’mum adalah mengikuti imam sampai ia selesai. Baik ia mengerjakan sejumlah 11 rakaat atau pun 23 rakaat.

Mengerjakan shalat tarawih sebanyak 23 rakaat bukanlah keburukan maupun kebid’ahan. Sebab Umar Radhiallahu’anhu dan sahabat yang lain pernah shalat tarawih sebanyak 23 rakaat. Bahkan shalat 23 rakaat adalah sunah Khulafa Ar Rasyidin. Hal ini memiliki dalil dan hadis Ibnu Umar Radhiallahu’anhuma, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

صلاة الليل مثنى مثنى فإذا خشي أحدكم الصبح صلى واحدة توتر له ما قد صلى

Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika engkau khawatir akan datanya fajar maka shalatlah 1 rakaat agar jumlah rakaatnya ganjil” (Muttafaqun ‘ilaihi).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah membatasi jumlah rakaat shalat malam dalam umlah tertentu, namun yang beliau katakana adalah “Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat”

‘Aisyah mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 raka’at.” (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738)
Dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata,

كَانَ صَلاَةُ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً . يَعْنِى بِاللَّيْلِ

Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam hari adalah 13 raka’at.” (HR. Bukhari no. 1138 dan Muslim no. 764). Sebagian ulama mengatakan bahwa shalat malam yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah 11 raka’at. Adapun dua raka’at lainnya adalah dua raka’at ringan yang dikerjakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pembuka melaksanakan shalat malam, sebagaimana hal ini dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (4/123, Asy Syamilah).

Maka hal ini akan lebih afdhal jika imam mengerjakannya seperti yang dipraktekkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Alasan lainnya adalah karena shalat tarawih 11 atau 13 rakaat lebih sesuai dengan kondisi kebanyakan orang (tidak terlalu berat) di Bulan Ramadhan ataupun di luar Bulan Ramadhan. Namun apabila ada seseorang yang mengerjakannya lebih dan kurang dari pada itu, tidak menjadi masalah. Shalat tarawih yang dianjurkan dengan salam pada tiap dua rakaat, akan meringankan karena ada jeda agar tidak terlalu berat. Karena hukum rakaat shalat tarawih longgar, maka perkara rakaat pada tarawih tidaklah menjadi masalah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *