munafik

Lakukan Amalan Ini Agar Terhindar Dari Sifat Munafik

Sobat Duha pasti sudah paham istilah ‘munafik’. Orang yang munafik biasanya menggunakan lisannya untuk berdusta, ingin terlihat manusia lain sebagai orang yang beriman padahal ia lalai. Allah maha mengetahui mana orang-orang yang benar beriman mana yang sebenarnya munafik.

“Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman “. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: ‘Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok’. Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.” (QS. 2:14-15).

Kalau kita ingin memperhatikan ciri – ciri orang munafik, tertulis dalam hadits Bukhari;

“Empat sikap yang barangsiapa terdapat pada dirinya keempat sikap itu, maka dia adalah seorang munafik sebenarnya. Barangsiapa yang pada dirinya terdapat salah satu dari sikap itu, maka pada dirinya terdapat salah satu sikap munafik, sampai dia meninggalkannya. Yaitu, apabila dipercaya dia berkhianat, apabila berbicara dia berdusta, apabila berjanji dia menipu, dan apabila bertengkar dia curang.” (Shahih Bukhari).

Agar kita terhindar dari sifat-sifat munafik yang ada di dalam diri, baik kita sadari maupun tidak,  berikut amalan – amalan yang perlu Sobat Duha lakukan;

  1. Shalat Tahajud

Amalan yang sangat berat bagi orang munafik ialah bangun di tengah malam untuk shalat. Mengapa? Karena mereka hanya ingin beribadah jika dilihat orang lain. Jika tidak ada yang memperhatikan ibadahnya, maka ia pun dengan mudah meninggalkannya. Jika seseorang muslim niat bangun tengah malam sepi, lalu menjalankan shalat tahajud insyallah terhindar dari sifat-sifat munafik.

  1. Sedekah Secara Sembunyi – Sembunyi

Orang munafik biasanya mudah bersedekah jika ada niat lain seperti ingin dipuji, mengangkat citranya di masyarakat, atau riya. Karena itu akan lebih baik Sobat Duha bersedekah secara sembunyi-sembunyi dengan cara yang baik dan dari uang yang halal. Seperti tertulis di dalam hadits; “Sedekah merupakan bukti” (HR Muslim).

  1. Menyegerakan Shalat & Shalat Berjamaah

“Siapa yang melaksanakan shalat karena Allah selama empat puluh hari secara berjamaah, ia tidak luput dari takbiratul ihram bersama imam, maka ia akan dicatat terbebas dari dua hal yaitu terbebas dari siksa neraka dan terbebas dari kemunafikan.” (HR. Tirmidzi, no. 241. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 2652)

  1. Gemar Mempelajari Ilmu Agama

Gemar memperdalam ilmu agama dan mengamalkannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua sifat yang tidak akan pernah tergabung dalam hati orang munafik: perilaku luhur dan pemahaman dalam agama” (HR At Tirmidzi).

  1. Banyak Berdzikir

Berdzikir memberikan ketenangan dalam diri seorang muslim. Banyak berdzikir menjadi benteng bagi seorang muslim dari sifat kemunafikan. Ali bin Abi Thalib ditanya tentang orang-orang khawarij apakah mereka termasuk orang munafik atau bukan. Beliau menjawab:

المنافقون لا يذكرون الله إلا قليلا

“Orang munafik itu tidak berdzikir kecuali hanya sedikit.”

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin hafizhahullah berkata: “ini adalah ciri-ciri orang munafik yaitu sedikit berdzikir. Memperbanyak dzikir adalah penjaga/penyelamat dari kemunafikan.”

  1. Tidak Meninggalkan Shalat 5 Waktu

Sebagaimana disebutkan dalam hadits,

إِنَّ أَثْقَلَ صَلاَةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلاَةُ الْعِشَاءِ وَصَلاَةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيُصَلِّىَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِى بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لاَ يَشْهَدُونَ الصَّلاَةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Shubuh. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada dalam kedua shalat tersebut tentu mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak. Sungguh aku bertekad untuk menyuruh orang melaksanakan shalat. Lalu shalat ditegakkan dan aku suruh ada yang mengimami orang-orang kala itu. Aku sendiri akan pergi bersama beberapa orang untuk membawa seikat kayu untuk membakar rumah orang yang tidak menghadiri shalat Jama’ah.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651, dari Abu Hurairah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *