fitrah manusia

10 Sunnah-Sunnah Fitrah Manusia Untuk Hidup Lebih Bersih

Agama islam merupakan agama yang sempurna yang mengatur berbagai perkara setiap hambanya. Diantaranya mengajarkan umatnya mengenai sunnah-sunnah fitrah. Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa fitrah ada dua macam.  Pertama, fitrah yang berkaitan dengan hati, yaitu ma’rifatullah (mengenal Allâh) dan mencintai-Nya serta mengutamakan-Nya lebih daripada yang lain. Kedua, fitrah ‘amaliyyah (perbuatan). Maksudnya yang pertama mensucikan ruh dan membersihkan hati, dan yang kedua membersihkan badan. Dan masing-masing dari keduanya membantu dan menguatkan yang lainnya.

Membersihkan badan merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

اَلطُّهُوْرُ شَطْرُ الْإِيْمَانِ.

Bersuci adalah sebagian dari iman.

 

Allâh Azza wa Jalla berfirman :

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“…Allâh menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” [al-Baqarah 2:222]

Adapun macam-macam sunnah fitrah manusia yang berkaitan dengan kebersihan tertulis dalam hadits dari  ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَشْرٌ مِنْ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الْأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ قَالَ زَكَرِيَّاءُ قَالَ مُصْعَبٌ وَنَسِيتُ الْعَاشِرَةَ إِلَّا أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ

“Ada sepuluh macam fitrah, yaitu memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung,-pen), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.” Zakaria berkata bahwa Mu’shob berkata, “Aku lupa yang kesepuluh, aku merasa yang kesepuluh adalah berkumur.” (HR. Muslim no.261, Abu Daud no. 52, At Tirmidzi no. 2906, An Nasai 8/152, Ibnu Majah no. 293)

  1. Memotong Kumis

Yaitu dengan memotongnya sependek mungkin. Dengan melakukan hal ini, akan terlihat indah, rapi, dan bersih. Dan ini juga dilakukan sebagai pembeda dengan orang kafir, (Lihat Al Mulakhos Al Fiqh, 37).

  1. Memelihara Janggut

Memelihara janggut bagi pria muslim merupakan salah satu adab yang harus dilaksanakan. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوْا اللِّحَى،خَالِفُوْا الْـمَجُوْسَ.

Rapikanlah kumis, biarkanlah jenggot, selisihilah orang Majusi.

  1. Bersiwak

Membersihkan mulut dengan siwak. Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

اَلسِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ.

Siwak dapat membersihkan mulut dan sangat diridhai oleh Allâh.

Bersiwak dianjurkan dilakukan setiap waktu wudhu, saat hendak shalat, ketika bangun tidur, dan setelah makan.

  1. Istinsyaq (Menghirup air ke dalam hidung)

Istinsyaq ialah menghirup air ke rongga hidung dan mengeluarkannya lagi untuk membersihkan atau menyucikan rongga hidung dari berbagai kotoran yang menempel di dalamnya. Istinsyaq dianjurkan dilakukan setiap berwudhu.

  1. Memotong Kuku

Setiap muslim dianjurkan untuk memotong kuku yang panjangnya sudah melebihi ujung jari. Karena kotoran-kotoran sering menempel di ujung kuku-kuku tersebut sehingga terlihat jorok. Untuk wanita yang kerap memanjangkan kuku mereka yang menghiaskannya dengan kutek untuk maksud kecantikan juga bertentangan dengan sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

  1. Membasuh Ruas-Ruas Jari

Para Ulama berkata, “Hukum menyela jemari dikiaskan dengan setiap tempat berkumpulnya kotoran, seperti lubang dan daun telinga, yang dapat dibersihkan dengan cara mengusapnya. Sebab, terkadang kotoran tersebut dapat mengganggu pendengaran. Demikian juga halnya dengan kotoran yang berkumpul di tempat-tempat lain pada anggota badan, baik berupa keringat, debu, dan lain-lain. Wallahu a’lam.”

  1. Mencabut Bulu Ketiak

Mencabut bulu ketiak disunnahkan untuk menghilangkan bau badan dan membersihkan kotoran atau kulit mati yang menempel pada tubuh.

  1. Mencukur Bulu Kemaluan

Sama seperti mencabut bulu ketiak, bulu-bulu yang ada pada kemaluan haruslah dicukur untuk membersihkan organ kemaluan dari najis-najis yang menempel saat hendak beribadah.

  1. Istinja’ (cebok) Dengan Air

Istinja merupakan membersihkan kemaluan dan anus setelah buang hajat. Sehingga ketika akan beribadah tidak ada najis yang masih menempel. Cara istinja dengan memercikan sedikit air ke arah kemaluan setelah buang hajat.

  1. Berkumur

Berkumur merupakan salah satu gerakan yang dilakukan setiap berwudhu, hal ini disunnahkan untuk menghilangkan bau mulut dan membuang sisa makanan yang masih menempel. Namun hati-hati berkumur jika Sobat Duha sedang berpuasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *