toleransi islam antar umat beragama

3 Sikap Toleransi Yang Diajarkan Dalam Islam

Peristiwa penembakan di dua masjid, di kota Christchurch, Selandia Baru (15/3/2019) pukul 01.40 siang waktu setempat, sangatlah menggemparkan dunia. Apalagi kejadian tersebut ditampilkan secara langsung lewat media sosial, facebook live.  Masyarakat muslim di seluruh dunia turut berduka cita atas peristiwa tersebut. Kejadian ini juga mengundang pembahasan perihal toleransi antara masyarakat muslim dan non-muslim. Tindakan kejam yang dilakukan teroris dalam membunuh para korbannya yang sedang beribadah shalat Jumat sangatlah tidak berkeprimanusiaan. Padahal masyarakat muslim dan non muslim harusnya bisa hidup berdampingan tanpa merasa adanya ancaman dari salah satu pihak.

Islam sendiri sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Sudah dijelaskan dalam Al Qur’an bagaimana mengatur hubungan dengan umat beragama lain. Penting bagi setiap muslim untuk bersikap toleran kepada umat lain selama tidak mengganggu agama dan ibadah umat islam. Adapun bentuk-bentuk toleransi yang diperbolehkan dalam islam diantaranya;

  1. Berbuat Baik & Adil Kepada Siapapun

Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang hukum meremehkan kaum non muslim, “Allah tidak melarang kalian berbuat baik kepada non muslim yang tidak memerangi kalian seperti berbuat baik kepada wanita dan orang yang lemah di antara mereka. Hendaklah berbuat baik dan adil karena Allah menyukai orang yang berbuat adil.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 247).

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Mumtahanah: 8-9)

Selama umat lain tidak memerangi, memecah belah, atau menjauhkan umat islam dari aturan agama, kita wajib untuk berbuat baik dan berlaku adil.

  1. Saling Menolong Terutama Orang Yang Membutuhkan (Orang Miskin, Sakit, Orang Tua, Anak-Anak)

Masih ingat kisah Rasulullah yang dilempari kotoran setiap hari setiap akan pergi ke masjid oleh seorang nenek dari kalangan Yahudi? Sampai suatu ketika nenek tersebut tidak lagi melemparkan kotoran dan Rasulullah bertanya keadaan nenek tersebut. Tetangganya pun bertanya kembali pada Rasulullah, “untuk apa engkau menanyakan kabar orang yang setiap hari menghinamu wahai Rasulullah.” Agungnya akhlak beliau dengan hanya membalas pertanyaan itu lewat senyuman pertanda kesabaran dan ketulusan.

“Si nenek tua itu hidup sebatang kara di rumahnya, dan sekarang ia sedang sakit”, ujar tetangganya tersebut.

Tidak tunggu lama, Rasulullah pun terus bergegas menuju rumah nenek tersebut. Membantu menyiapkan makanan, menimbakan air, dan membersihkan rumah. Justru dengan keikhlasan beliau membantu si nenek, nenek tersebut akhirnya minta maaf dan berjanji akan menerima islam sebagai ajaran yang akan dianutnya kelak.

Dari cerita di atas, kita bisa mengambil kesimpulan untuk tidak pandang bulu dalam membantu sesama. Kita tidak pernah tahu hidayah bisa datang kepada siapa saja, sekalipun orang yang selama ini membenci islam. Islam mengajarkan kita untuk membalas keburukan dengan kebaikan.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menolong orang sakit yang masih hidup akan mendapatkan ganjaran pahala.” (HR. Bukhari no. 2363 dan Muslim no. 2244). Lihatlah Islam masih mengajarkan peduli sesama.

  1. Menghormati Prinsip Agama Masing-Masing

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

“Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (Al- Kafirun: 6)

Islam mengajarkan kita toleransi dengan membiarkan ibadah dan perayaan non muslim. Kita harus pahami bahwa Tuhan yang kita sembah tidak sama, dan peribadatan kita juga tidak sama. Bagi kalian agama kalian dan kalian bertanggung jawab atas hal itu, dan bagiku agamaku dan aku bertanggung jawab atas hal itu.

Kita tidak boleh memaksakan orang lain untuk menganut agama kita. Tidak boleh juga menghina agama lain juga mengganggu umat agama lain untuk beribadah sesuai agama / kepercayaan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *