ilmuwan muslim

5 Ilmuwan Muslim Paling Berpengaruh Di Dunia

Kalau Sobat Duha mengingat kembali pelajaran waktu jaman sekolah dulu. Banyak ilmuwan yang kita kenal kebanyakan berasal dari Bangsa Eropa. Padahal islam pernah mengalami kejayaan pada era 780 – 1258 M. Pada masa ini para ilmuwan muslim memberikan banyak kontribusi di bidang ilmu pengetahuan. Hasil karya ilmuwan muslim tersebut bahkan masih digunakan para ilmuwan hingga kini.

Di masa kejayaannya, wilayah ke khalifahan islam membentang luas dari Asia hingga Spanyol . Ilmuwan – ilmuwan muslim pada masa itu menghasilkan banyak penemuan – penemuan penting untuk keberlangsungan umat manusia, baik di bidang kedokteran, matematika, fisika, astrologi, geometri, dan bidang lainnya. Mereka juga menerjemahkan karya-karya sastra dan ilmiah klasik (Yunani-Romawi).

Berikut 5 ilmuwan dan penemu muslim dengan hasil penemuannya yang luar biasa bagi umat manusia hingga kini ;

  1. Ibnu Sina (980 – 1037)

ilmuwan muslim

Sobat Duha pasti pernah mendengar nama ilmuwan ini. Ibnu Sina atau dikenal juga dengan nama Avcienna, merupakan seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia. Dia menghasilkan banyak karya tulis termasuk kitab As-Shifa (buku penyembuhan) berisi 20 volume dan buku The Canon of Medicine, yang menjadi pedoman mahasiswa kedokteran di Eropa hingga tahun 1600an.

Dia adalah ilmuwan pertama yang menggambarkan meningitis dan menyiapkan kontribusi untuk anatomi, ginekologi, dan kesehatan anak. Ia juga telah menemukan hubungan antara psikologi dan kesehatan. Melalui kontribusi – kontribusinya di bidang kedokteran, banyak yang menganggap Ibu Sina sebagai Bapak Kedokteran Modern.

 

  1. Muhammad Bin Zakariya Al-Razi (864 – 930)

ilmuwan muslimAbu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi (Persia:أبوبكر الرازي) atau dikenali sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains yang berasal dari Iran. Beliau merupakan ilmuwan polymath, dokter, kimiawan, filsuf dan tokoh penting dalam sejarah kedokteran.

Sejak muda ia telah mempelajari ilmu di bidang filsafat, kimia, matematika, dan kesastraan. Ia pernah memimpin Rumah Sakit Muqtadari di Baghdad. Ia juga telah banyak mengemukakan pendapatnya di bidang etika kedokteran. Ar-Razi diketahui sebagai ilmuwan serba bisa yang terkenal sepanjang sejarah.

 

  1. Abu Musa Jabir Bin Hayyan (780 – 850)

ilmuwan muslimAbu Musa Jabir Bin Hayyan atau dikenal dengan nama Geber di dunia Barat lahir di Kuffah, Irak. Ia, merupakan seorang polymath, kimiawan, ahli astronomi , astrologi, ahli bumi, ahli filsafat, apoteker serta dokter. Kontribusi terbesarnya di bidang kimia sehingga ia dikenal dengan sebutan “The Father Of Modern Chemistry.” Keahliannya didapat dengan berguru pada Barmaki Vizier pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid di Baghdad.

Jabir Ibnu Hayyan mampu mengubah persepsi tentang berbagai tentang berbagai kejadian alam  yang pada masa itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak bisa diprediksi, menjadi suatu ilmu sains yang bisa dimengerti dan dipelajari oleh manusia.

 

  1. Al-Khawarizmi (al-Jabar) (780 – 850)

ilmuwan muslimMuhammad Bin Musa Al – Khawarizmi adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi asal Persia. Hampir sepanjang hidupnya ia bekerja sebagai dosen di sekolah kehormatan di Baghdad.

Ia berjasa karena menemukan konsep  aljabar dan algoritma. Buku pertamanya al-Jabar, membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Karenannya ia disebut sebagai Bapak Aljabar. Al-Khwarizmi juga berperan penting memperkenalkan angka Arab yang kelak diadopsi sebagai angka standar yang dipakai di berbagai bahasa serta kemudian diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal di dunia barat pada abad ke 12.

 

  1. Al-Farabi (870 – 950)

ilmuwan muslimAbu Nasir Muhammad bin al-Farabi, atau dikenal di dunia barat sebagai Alpharabius, merupakan ilmuwan dan filsuf islam yang berasal dari Farab, Kazakhtan. Al-Farabi dianggap sebagai filsuf islam pertama yang mengkaji filsafat Yunani klasik dengan sungguh – sungguh. Ia memiliki kemampuan memahami, menjabarkan, serta memperbandingkan filsafat Yunani klasik Plato dan Aristoteles dengan filsafat islam. Inilah yang membuat al-Farabi menjadi salah satu filsuf dunia dengan julukan terhormat “The Second Master” atau guru kedua setelah Aristoteles. Sejak kecil Al-Farabi memang dikenal sebagai anak yang cerdas serta memiliki kemampuan menguasai berbagai bahasa.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *