adab diskusi dalam islam

Ribut Capres & Cawapres? Berikut Adab-Adab Diskusi Yang Baik Dalam Islam

Pernah gak Sobat Duha diskusi tentang calon presiden & calon wakil presiden awalnya santai–santai aja, lama – lama kok makin saling ngotot dan akhirnya berantem? Wah .. kalau diskusi macam ini ujung-ujungnya gak akan sehat. Persaudaraan bisa retak, pertemanan bisa saling menjauh, silaturahmi terputus, akhirnya gak saling sapa lagi kalau ketemu. Sebenarnya dalam islam ada adab-adab yang baik dalam berdiskusi.

Diskusi dalam islam disarankan untuk mencapai sebuah kesepakatan yang menguntungkan ataupun memberikan dampak baik bagi semua pihak. Diskusi tidak hanya ajang untuk saling transfer ilmu tapi juga menguatkan silaturahmi, bukan sebaliknya. Berikut beberapa adab berdiskusi yang baik & benar menurut islam;

  1. Mengawali & Mengakhiri Diskusi Dengan Menyebut Nama Allah

Agar hati kita tenang dan membawa suasana yang positif dalam berdiskusi, terutama di diskusi formal, jangan lupa memberi salam dan menyebut nama Allah di awal dan akhir diskusi.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan” (QS. Al-Fatihah: 4).

 

  1. Berkata Dengan Lemah Lembut

Intonasi suara sangat penting dalam berdiskusi. Jika dalam berdiskusi suara kita terdengar seperti marah-marah, sudah pasti orang yang mendengarkan malas menanggapi. Tetaplah menjaga intonasi suara kita meskipun sebenarnya kita sedikit emosi.

Allah berfirman,

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allâh-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allâh. Sesungguhnya Allâh menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” [Ali ‘Imrân/3:159].

  1. Tidak Meremehkan & Menghina Orang Lain

وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ وَارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنَ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيهِ فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ

“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau dengan berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.”

“Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” (HR. Abu Daud)

  1. Saling Bersimpati Bukan Menjatuhkan

Kuatkan niat Sobat Duha dalam berdiskusi bukan untuk menjatuhkan atau memalukan lawan, tetapi untuk sama-sama mencapai kesepakatan atau setidaknya masing-masing mendapatkan pengetahuan baru.

Rasulullah saw. bersabda.

“Dari Abi Musa r.a. dia berkata, Rasulullah saw. bersabda, ‘Orang mukmin yang satu dengan yang lain bagai satu bangunan yang bagian-bagiannya saling mengokohkan. ” (H.R. Bukhari)

  1. Tidak Berlaku Sombong

Allah Ta’ala berfirman,

وَلاَ تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلاَ تَمْشِ فِي اللأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَجُوْرٍ {18}

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)

 

  1. Setelah Berdiskusi Saling Bermaaf-maafan

Bisa saja dalam berdiskusi kita tidak sadar mengucapkan sesuatu yang menyakiti perasaan lawan diskusi kita. Karena itu akan lebih baik setelah berdiskusi sempatkan untuk saling bermaaf-maafan.

Allah berfirman,

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ﴿١٣٣﴾ الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّـهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ ﴿١٣٤

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *