adab menasehati islam

5 Adab Menasehati Orang Lain Dalam islam

Setiap muslim diwajibkan untuk saling mengingatkan dan menasehati untuk kebaikan. Namun tidak jarang cara kita menasehati orang lain tidak sesuai adab bahkan akhirnya melukai perasaan orang lain. Bagaimana bisa orang lain  mau mendengar nasehat kita kalau cara kita menyampaikannya saja tidak masuk ke hati? Nah, berikut ini adalah adab-adab menasehati orang lain yang sesuai dengan dalil- dalil dalam hadits.

  1. Tidak Memaksa

Sesuatu yang dipaksakan pada akhirnya tidak akan baik. Bahkan dalam islam sendiri dilarang menyebarkan agama dengan cara pemaksaan. Ibnu Hazm Azh Zhahiri mengatakan:

“Janganlah kamu memberi nasehat dengan mensyaratkan nasehatmu harus diterima. Jika kamu melanggar batas ini, maka kamu adalah seorang yang zhalim…” (Al Akhlaq wa As Siyar, halaman 44).

  1. Menasehati Secara Diam-Diam

Jangan lah kalian menasehati, atau menggurui orang lain di depan orang banyak, karena bisa jadi aib orang tersebut terbongkar dan orang tersebut merasa dipermalukan. Nasehatilah secara diam-diam agar nasehat kalian terkesan tulus dan masuk ke hati orang yang dinasehati.

Al Hafizh Ibnu Rajab berkata: “Apabila para salaf hendak memberikan nasehat kepada seseorang, maka mereka menasehatinya secara rahasia… Barangsiapa yang menasehati saudaranya berduaan saja maka itulah nasehat. Dan barangsiapa yang menasehatinya di depan orang banyak maka sebenarnya dia mempermalukannya.” (Jami’ Al ‘Ulum wa Al Hikam, halaman 77).

Abu Muhammad Ibnu Hazm Azh Zhahiri menuturkan,

“Jika kamu hendak memberi nasehat sampaikanlah secara rahasia bukan terang-terangan dan dengan sindiran bukan terang-terangan. Terkecuali jika bahasa sindiran tidak dipahami oleh orang yang kamu nasehati, maka berterus teranglah!” (Al Akhlaq wa As Siyar, halaman 44).

  1. Pilih Waktu Yang Tepat

Misalnya ketika seseorang sedang emosi, pastinya dinasehati akan lebih sulit. Pilih lah waktu yang tepat, saat orang tersebut sudah lebih tenang dan bisa mencerna ucapan kalian.

Ibnu Mas’ud pernah berkata:

“Sesungguhnya adakalanya hati bersemangat dan mudah menerima, dan adakalanya hati lesu dan mudah menolak. Maka ajaklah hati saat dia bersemangat dan mudah menerima dan tinggalkanlah saat dia malas dan mudah menolak.” (Al Adab Asy Syar’iyyah, Ibnu Muflih).

  1. Pilih Kata-Kata Yang Baik & Lemah Lembut

Adab menasehati lainnya dengan pemilihan kata-kata yang baik dan nada yang lemah lembut. Allah Ta’ala berfirman,

 

فَقُولا لَهُ قَوْلا لَيِّنًا

“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut.” (QS. Ath Thaha: 44)

 

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

“Setiap sikap kelembutan yang ada pada sesuatu, pasti akan menghiasinya. Dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu, kecuali akan memperburuknya. (HR. Muslim)

 

Dalam hadits lainyya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaklah berkata yang baik atau diam…”(HR. Bukhari dan Muslim).

 

  1. Nasehati Dengan Penuh Kasih Sayang

Tidaklah sempurna iman seorang muslim sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Imam Nawawi rahimahullah berkata,

“Menasehati sesama muslim (selain ulil amri) berarti adalah menunjuki berbagai maslahat untuk mereka yaitu dalam urusan dunia dan akhirat mereka, tidak menyakiti mereka, mengajarkan perkara yang mereka tidak tahu, menolong mereka dengan perkataan dan perbuatan, menutupi aib mereka, menghilangkan mereka dari bahaya dan memberikan mereka manfaat serta melakukan amar ma’ruf nahi mungkar.” (Syarh Shahih Muslim, 2: 35).

Menasehati sesama muslim tentu dengan perkataan yang baik, ketulusan, dan penuh kasih sayang sebagaimana ia ingin diperlakukan, tanpa hinaan dan merendahkan. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS. Al Hujurat: 11)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *