makanan najis

Hukum Mengkonsumsi Makanan Najis

Jika kita memahami tentang kaedah najis dan haram. Hal ini disebutkan oleh para ulama bahwa;

كُلُّ نَجِسٍ مُحَرَّمَ الْأَكْلِ وَلَيْسَ كُلُّ مُحَرَّمِ الْأَكْلِ نَجِسًا

 

Setiap najis diharamkan untuk dimakan, namun tidak setiap yang haram dimakan itu najis.” (Majmu’atul Fatawa, 21: 16).

Setiap makanan atau minuman yang termasuk najis jelas haram dimakan, tetapi tidak semua yang diharamkan termasuk najis, bisa jadi suci.

 

Pengertian Najis

Najis sendiri secara maknanya artinya al qadzarah ( القذارة ) atau kotoran. Sedangkan menurut istilahnya, disebutkan oleh Asy Syafi’iyah ialah ;

“Sesuatu yang dianggap kotor dan mencegah sahnya shalat tanpa ada hal yang meringankan. ”

 

Mengkonsumsi Makanan & Minuman Yang Najis

Tidak mengapa jika seorang muslim bersentuhan dengan benda najis, namun haram hukumnya untuk dikonsumsi meskipun untuk alasan pengobatan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk. (QS Al A’raf: 157)

  1. Bangkai & Darah

Salah satu makanan yang seringkali dimakan manusia padahal termasuk makanan najis ialah darah.  Allah SWT berfirman di dalam Al Quran ;

قُلْ لا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ

“Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaKu, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena sesungguhnya semua itu kotor.” (QS. Al An’am: 145)

Tetapi tidak semua darah dan bangkai haram dikonsumsi. Ada pengecualian untuk darah & bangkai hewan laut (seperti ikan) dan belalang. Hal ini seperti tertuang dalam hadis riwayat Imam Ahmad dan Baihaqi.

” Telah dihalalkan bagi kami dua bangkai dan dua darah. Dua bangkai itu adalah ikan dan belalang. Dua darah itu adalah hati dan limpa.”

Hadis serupa juga menjelaskan kehalalan ikan dan belalang diriwayatkan Imam Abu Dawud dan Tirmidzi.

” Laut itu suci airnya dan halal bangkainya.”

 

  1. Daging Babi

Menurut literatur fikih Madzhab Syafi’i dikatakan bahwa babi adalah binatang yang termasuk najis dan jelas haram dikonsumsi. Allah SWT pun berfirman ;

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nahl : 115)

  1. Khamar

Ada beberapa anggapan ulama perihal kenajisan khamar. Namun secara umum para ulama sepakat memasukan khamar ke dalam benda najis. Karena itu haram untuk dikonsumsi juga untuk diijual – belikan.

“Yang telah Allah haramkan untuk meminumnya, maka Allah juga mengharamkan untuk menjualnya.” (HR. Muslim)

  1. Anjing

Air liur anjing adalah najis berdasarkan hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِي إِنَاءِ أَحَدِ كُم فَلْيُرِقْهُ ثُمَّ لِيَغْسِلْهُ سَبْعَ مِرَارٍ

Bila seekor anjing minum dari wadah milik kalian, maka tumpahkanlah, lalu cucilah 7 kali. [5]

Dalam riwayat lain:

طَهُروْرُ إِنَاَءِ أَحَدِكُمْ إَِّا وَلَغَ فِيْهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ اُوْلاَهُنَّ بِالتُّرَابِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Sucinya bejana kalian yang dimasuki mulut anjing adalah dengan mencucinya 7 kali, salah satunya dengan tanah” [HR Muslim no. 420 dan Ahmad 2/427]

Mayoritas ulama mengharamkan makan daging anjing walaupun disembelih secara syar’i. Anjing termasuk golongan (hewan buas) yang memiliki taring untuk memangsa korbannya.

Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang berbunyi ;

كُلُّ ذِينَابٍ مِنْ السِّبَاعِ فَأَكْلُهُ حَرَامُ

“Semua yang memiliki gigi taring dari hewan buas maka memakannya haram.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *