fatwa halal MUI

Standarisasi Fatwa Halal Dari MUI

Majelis Ulama Indonesia atau disingkat MUI telah mengemban amanah selama 30 tahun untuk membantu umat dari produk yang tidak jelas kehalalannya, lewat pengkajian dan penelitian dalam proses sertifikasi halal. Pengkajian serta penelitian meliputi banyak hal terutama untuk produk konsumsi. Dikutip dari mui.or.id  beberapa standarisasi fatwa halal  yang secara resmi dikeluarkan MUI, diantaranya ;

  1. Khamr
  • Khamr adalah setiap yang memabukkan, baik berupa minuman, makanan maupun lainnya. Hukumnya adalah haram.
  • Minuman yang termasuk dalam kategori khamr adalah minuman yang mengandung ethanol (C2H5OH) minimal 1%.
  • Minuman yang termasuk dalam kategori khamr adalah najis.
  • Minuman yang mengandung ethanol di bawah 1% sebagai hasil fermentasi yang direkayasa adalah haram atas dasar الذريعة س (preventif), tapi tidak najis.
  • Minuman keras yang dibuat dari air perasan tape dengan kandungan ethanol minimal 1% termasuk kategori khamr.
  • Tape dan air tape tidak termasuk khamr, kecuali apabila memabukkan.

Minum khamr baik sedikit maupun banyak tetap haram. Rasulullah SAW bersabda: “Minuman apapun kalau banyaknya itu memabukkan. Maka sedikitnyapun adalah haram.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan At Tirmidzi)

يٰٓأَيُّهَا    الَّذِينَ    ءَامَنُوٓا۟    إِنَّمَا    الْخَمْرُ    وَالْمَيْسِرُ    وَالْأَنصَابُ    وَالْأَزْلٰمُ    رِجْسٌ    مِّنْ    عَمَلِ    الشَّيْطٰنِ    فَاجْتَنِبُوهُ    لَعَلَّكُمْ    تُفْلِحُونَ    ﴿المائدة:٩۰﴾

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Q.S. Al-Maidah : 90).

  1. Ethanol, Ragi, Cuka
  • Ethanol yang merupakan senyawa murni yang bukan berasal dari industri khamr adalah suci.
  • Penggunaan ethanol yang merupakan senyawa murni yang bukan berasal dari industri khamr untuk proses produksi industri pangan hukumnya:
  1. Mubah, apabila dalam hasil produk akhirnya tidak terdeteksi.
  2. Haram, apabila dalam hasil produk akhirnya masih terdeteksi.
  • Cuka yang berasal dari khamr baik terjadi dengan sendirinya maupun melalui rekayasa, hukumnya halal dan suci.
  • Ragi yang dipisahkan dari proses pembuatan khamr setelah dicuci sehingga hilang rasa, bau dan warna khamr-nya, hukumnya halal dan suci.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.(QS Albaqarah 168).

 

  1. Pemotongan Hewan
  • Yang boleh menyembelih hewan adalah orang yang beragama Islam dan akil baligh.
  • Cara penyembelihan adalah sah apabila dilakukan dengan:
  1. membaca “basmalah” saat menyembelih;
  2. menggunakan alat potong yang tajam;
  3. memotong sekaligus sampai putus saluran per-nafasan/ tenggorokan (hulqum), saluran makanan (mari’), dan kedua urat nadi (wadajain); dan
  4. pada saat pemotongan, hewan yang dipotong masih hidup.
  • Pada dasarnya pemingsanan hewan (stunning) hukumnya boleh dengan syarat: tidak menyakiti hewan yang bersangkutan dan sesudah di-stunning statusnya masih hidup (hayat mustaqirrah).
  • Pemingsanan secara mekanik, dengan listrik, secara kimiawi ataupun cara lain yang dianggap menyakiti hewan, hukumnya tidak boleh.

 

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةَ وَٱلدَّمَ وَلَحْمَ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ بِهِۦ لِغَيْرِ ٱللَّهِ ۖ فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“ Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ ( Al-Baqarah: 173 )

 

  1. Sertifikat Halal Yang Kedaluwarsa
  • Untuk daging impor, batasannya adalah per pengapalan (shipment) sepanjang tidak rusak. Untuk daging lokal, batasannya maksimal 6 bulan.
  • Untuk flavour impor dan lokal, batasannya maksimal satu tahun.
  • Untuk bahan-bahan lainnya baik impor maupun lokal, batasannya maksimal 6 bulan.

 

  1. Lembaga Sertifikat Halal Luar Negeri

Perlu ada standard akreditasi dalam hal SOP dan fatwanya. Jika diragukan kebenarannya, harus diteliti ulang.

Semoga informasi di atas bisa memperkaya pengetahuan Sobat Duha perihal produk – produk halal. Untuk informasi lainnya bisa baca di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *