ilmu dalam islam

Wajibnya Menuntut Ilmu Dalam Islam

Salah satu hal yang memprihatinkan di kalangan muslim saat ini adalah para orang tua yang berbondong – bondong menyekolahkan anaknya di sekolah – sekolah internasional dengan biaya selangit tapi kurang peduli dengan pelajaran agama dan penerapannya sehari – hari. Ilmu agama seakan sesuatu hal yang remeh dan terpinggirkan, berbeda dengan ilmu dunia yang harus dikorbankan apa saja untuk meraihnya. Padahal ilmu agama haruslah di tanamkan pada anak – anak sedari kecil.

Tulisan ini bukan bermaksud untuk melarang anak – anak muslim untuk sekolah di sekolah umum ataupun sekolah internasional, tetapi lebih pada penekanan ilmu yang harus dianjarkan pada anak sedari kecil, yaitu ilmu agama. Karena ilmu agama yang akan membentuk karakter dan kebiasaan anak – anak bahkan sampai dewasa nanti.

Kewajiban Menuntut Ilmu Agama

Sebenarnya kewajiban menuntut ilmu dalam islam tidak terhenti waktu kecil saja, tetapi hingga seumur hidup. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224)

Yang dimaksud dengan ‘ilmu’ dalam hadits di atas adalah ilmu syar’i (ilmu agama). Sebagai contoh, berkaitan dengan firman Allah Ta’ala,

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

“Dan katakanlah,‘Wahai Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu’“. (QS. Thaaha [20] : 114)

Dari Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata,

( وَقَوْله عَزَّ وَجَلَّ : رَبّ زِدْنِي عِلْمًا ) وَاضِح الدَّلَالَة فِي فَضْل الْعِلْم ؛ لِأَنَّ اللَّه تَعَالَى لَمْ يَأْمُر نَبِيّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِطَلَبِ الِازْدِيَاد مِنْ شَيْء إِلَّا مِنْ الْعِلْم ، وَالْمُرَاد بِالْعِلْمِ الْعِلْم الشَّرْعِيّ الَّذِي يُفِيد مَعْرِفَة مَا يَجِب عَلَى الْمُكَلَّف مِنْ أَمْر عِبَادَاته وَمُعَامَلَاته ، وَالْعِلْم بِاَللَّهِ وَصِفَاته ، وَمَا يَجِب لَهُ مِنْ الْقِيَام بِأَمْرِهِ ، وَتَنْزِيهه عَنْ النَّقَائِض

“Firman Allah Ta’ala (yang artinya),’Wahai Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu’ mengandung dalil yang tegas tentang keutamaan ilmu. Karena sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah memerintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta tambahan sesuatu kecuali (tambahan) ilmu. Adapun yang dimaksud dengan (kata) ilmu di sini adalah ilmu syar’i. Yaitu ilmu yang akan menjadikan seorang mukallaf mengetahui kewajibannya berupa masalah-masalah ibadah dan muamalah, juga ilmu tentang Allah dan sifat-sifatNya, hak apa saja yang harus dia tunaikan dalam beribadah kepada-Nya, dan mensucikan-Nya dari berbagai kekurangan”. (Fathul Baari, 1/92).

 

Ilmu Dalam Islam Yang Wajib Dipelajari

Dari sekian banyaknya ilmu – ilmu dalam islam, ada 3 ilmu yang hukumnya wajib dipelajari setiap muslim. Yakni ;

  1. Tauhid

Pertama, setiap muslim wajib mengetahui ilmu tauhid yang mengajarkan tentang ma’rifat/mengenal Allah, mengenal sifat – sifat Allah, baik yang wajib, mustahil ataupun yang harus bagi Allah. Kalau Sobat Duha tidak mempelajari ilmu tauhid sama saja tidak bertuhan karena ilmu ini wajib hukumnya bagi yang sudah baligh dan berakal.

  1. Fiqih

Setelah ilmu tauhid, kita mempelajari ilmu fiqih, yaitu semua yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah. Bagi umat islam yang sudah mukallaf (baligh lagi berakal) diwajibkan untuk mempelajari ilmu fiqih seperti cara – cara bersembahyang, berwudhu, berzakat, menunaikan haji, bersedekah, mengetahui mana yang wajib dan sunah, yang halal dan haram, yang sah dan tidak sah serta banyak lagi. Agar ibadah yang kita kerjakan sesuai dengan tuntutan Al Qur’an & hadits.

  1. Akhlaq

Ketiga, setiap muslim wajib mempelajari ilmu akhlaq. Ilmu ini membahas tentang hubungan antara sesama manusia seperti perilaku terhadap orang tua, terhadap saudara, teman, rekan kerja/bisnis, tentang hubungan dengan lawan jenis, dan banyak lagi. Rasulullah sendiri diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlaq. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ.

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.”

 

Sabda lainnya :

مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِيْ مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ وَإِنَّ اللهَ لَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيْءَ.

“Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin di hari Kiamat melainkan akhlak yang baik, dan sesungguhnya Allah sangat membenci orang yang suka berbicara keji dan kotor.” [5]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *