ibadah ikhlas

Pentingnya Beribadah Dengan Hati Ikhlas

Hati merupakan pangkal segala kebaikan & keburukan, dan obat hati yang paling mujarab ialah ikhlas.

Ikhlas artinya bersih dari kotoran atau menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Berarti orang yang ikhlas menjadikan agamanya & ibadahnya bersih murni hanya untuk Allah SWT, tidak memiliki maksud lain seperti menyekutukan Allah ataupun riya.

Ikhlas merupakan bentuk ibadah yang tidak bisa terlihat oleh kasat mata dan hanya ada di hati. Seseorang belum dikatakan taat jika belum beribadah dengan ikhlas.

Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am: 162).

ومَا أُمِرُوْا إِلاَّلِيَعْبُدُاللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَاءَ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus… (Al-Bayyinah/98 : 5)

Tatkala Jibril bertanya tentang ihsan, Rasul saw. berkata, “Engkau beribadah kepada Allah seolah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihatmu.” Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.”

Ibadah Tanpa Ikhlas

Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan, “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.”

“Jika ilmu bermanfaat tanpa amal, maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab. Jika ilmu bermanfaat tanpa keikhlasan, maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik.”

Riya Tanda Hilangnya Keikhlasan

Salah satu yang menghilangkan keikhlasan dalam hati ialah sifat riya. Riya artinya memperlihatkan amalnya pada manusia dengan harapan ingin dipuji, mencapai kedudukan tertentu, pencitraan, dan segala bentuk keduniaan lainnya. Ini merupakan salah satu ciri – ciri orang munafik .

Nabi Muhammad SAW bersabda “Yang paling kutakutkan untukmu adalah syirik kecil, yaitu ar-riya’. Allah akan mengatakan pada hari penghakiman ketika dia menghadiahi orang-orang untuk tindakan mereka: Pergi ke orang-orang yang kamu lakukan riya ‘untuk di dunia, kemudian lihat apakah kamu menemukan pahala dengan mereka?” (HR Ahmad).

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat itu) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (Surat An – Nisaa: 142).

Ciri Orang – Orang Yang Ikhlas

  1. Sungguh – sungguh dalam beribadah & beramal, baik saat sendiri ataupun saat bersama orang lain, baik itu dipuji ataupun dicela. Ali bin Abi Thalib r. a. berkata, “Orang yang riya memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika dihadapan banyak orang. Semakin gairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”

Ini menggambarkan bahwa melihat kesholehan seseorang tidak bisa dari sekilas mata saja. Semua bisa dibuktikan lewat berjalannya waktu dan berbagai cobaan menghampiri. Apakah seseorang tetap teguh atas ibadahnya atau malah kualitas ibadanya menurun. Sifat buruk orang yang beribadah tidak ikhlas atau munafik dijelaskan dalam Al – Quran

“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.” (Surat At-Taubah: 44 – 45).

 

  1. Menjaga diri dari sesuatu yang diharamkan. Disebutkan dalam hadits,

“Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah).

Godaan setan bisa datang kapan saja. Jika kita berbuat dosa di depan orang lain bisa jadi ada yang menasehati, tetapi jika kita sendirian setan bisa menguasai kita. Orang beribadah dengan ikhlas tidak ingin membuka cela bagi dirinya untuk dikuasai setan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *