golongan khmar haram miras

Inilah Golongan Orang Yang Dilaknat Allah Karena Khamr

Beberapa hari lalu Admin Duha tidak sengaja menonton berita di televisi yang mengabarkan tewasnya lima orang mahasiswa di Yogyakarta saat sedang pesta miras di salah satu kamar kosan. Mereka sengaja mencampurkan minuman alkohol dengan obat – obatan seperti obat batuk & obat sakit kepala. Alih – alih bisa menciptakan sensasi nikmat & menyenangkan, malah menjadi tiket untuk menjemput maut. Awalnya mahasiswa tersebut merasakan sakit di perut sampai akhirnya kejang – kejang dan keluar seperti busa dari mulut mereka. Tidak sempat dilarikan ke rumah sakit, mereka menghembuskan nafas terakhir di dalam ambulan.

Sekilas berita ini terdengar sungguh miris. Pasalnya mahasiswa yang harusnya masih memiliki masa depan yang cerah harus mengakhiri hidupnya dengan cara seperti ini. Ini semua karena bahaya miras alias khamr.

Khamr Dalam Islam

Dalam islam minuman yang memabukan atau dengan kata lain khamr haram untuk dikonsumsi, mengapa? Al Khamr secara bahasa artinya tertutup. Orang – orang yang mengkonsumsi khamr mengakibatkan akalnya tertutup, tidak bisa mengingat jelas siapa dirinya dan apa yang mereka lakukan, dan terlebih lagi mereka melupakan Allah. Akibat yang ditimbulkan dari mengkonsumsi khamr tidak saja merugikan si peminum tapi juga orang – orang di sekelilingnya.

Minum khamr baik sedikit maupun banyak tetap haram. Rasulullah SAW bersabda: “Minuman apapun kalau banyaknya itu memabukkan. Maka sedikitnyapun adalah haram.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan At Tirmidzi)

يٰٓأَيُّهَا    الَّذِينَ    ءَامَنُوٓا۟    إِنَّمَا    الْخَمْرُ    وَالْمَيْسِرُ    وَالْأَنصَابُ    وَالْأَزْلٰمُ    رِجْسٌ    مِّنْ    عَمَلِ    الشَّيْطٰنِ    فَاجْتَنِبُوهُ    لَعَلَّكُمْ    تُفْلِحُونَ    ﴿المائدة:٩۰﴾

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Q.S. Al-Maidah : 90)

إِنَّمَا    يُرِيدُ    الشَّيْطٰنُ    أَن    يُوقِعَ    بَيْنَكُمُ    الْعَدٰوَةَ    وَالْبَغْضَآءَ    فِى    الْخَمْرِ    وَالْمَيْسِرِ    وَيَصُدَّكُمْ    عَن    ذِكْرِ    اللّٰـهِ    وَعَنِ    الصَّلَوٰةِ    ۖ    فَهَلْ    أَنتُم    مُّنتَهُونَ    ﴿المائدة:٩١﴾

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (Q.S. Al-Maidah : 91)

10 Golongan Yang Dilaknat Karena Khamr

golongan khamr miras haramBukan saja yang meminumnya yang dilaknat Allah tetapi orang – orang yang turut mendistribusikan minuman haram tersebut juga terkena imbasnya. Dari Anas bin Malik, ia berkata,

“Rasulullah SAW melaknat tentang khamr sepuluh golongan: yang memerasnya, Yang minta diperaskannya, yang meminumnya, yang mengantarkannya, yang minta diantarinya, yang menuangkannya, yang menjualnya, yang makan harganya, yang membelinya, dan yang minta dibelikannya”. [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 380, no. 1313]

  1. Yang Memerasnya

Di jaman dahulu minuman miras yang terbuat dari anggur diperas secara manual, belum menggunakan teknologi seperti saat ini. Sehingga siapapun yang memerasnya menjadi pekerjaan yang haram.

  1. Yang Minta Diperaskan

Mereka yang memiliki bahannya dan meminta orang lain untuk dibuatkan miras.

  1. Yang Meminumnya

Tentu jelas sang peminum khamr itu sendiri.

  1. Yang Mengantarkannya

Misalnya seorang pelayan di bar yang mengantarkan pesanan khamr ke meja – meja pengunjung.

  1. Yang Minta Diantari

Pengunjung bar / diskotik yang memesan khamr minta diantarkan ke mejanya.

  1. Yang Menuangkannya

Pelayan bar / diskotik yang menuangkan khamr ke gelas – gelas pengunjung.

  1. Yang Menjualnya

Pemilik bar / diskotik, toko, termasuk minimarket yang menjual khamr.

  1. Yang Makan Harganya

Maknanya cukup luas, bisa jadi pabrik khamr tersebut, distributor, termasuk bea cukai pemerintah yang didapat dari pengiriman khamr tersebut. Dengan kata lain negara mendapatkan keuntungan dari bisnis barang haram.

  1. Yang Membelinya

Pembeli khamr tersebut, baik ia mengkonsumsinya sendiri atau tidak.

  1. Yang Minta Dibelikannya

Yang menyuruh orang lain untuk membeli khamr.

Jadi kalau ada seorang muslim yang berkilah “Saya kan beli miras pakai uang sendiri, minum – minum sendiri, gak ganggu orang lain, gak masalah dong?!”

Sobat Duha bisa jelaskan bahwa efek buruk khamr bisa berimbas ke banyak orang. Nabi SAW sudah mengingatkan;

” Tidaklah suatu kaum yang ditengah-tengah mereka dilakukan kemaksiatan-kemaksiatan. Sedang mereka mampu mencegahnya tetapi TIDAK MAU mencegahnya. Melainkan Allah akan menimpakan Azab SECARA MERATA kepada mereka..” (HR. ABU DAWUD). Naudzubillah..

Mengingatkan tentang kebaikan satu sama lain tentu perlu bahkan diwajibkan dalam islam. Jangan sampai kerusakan yang terjadi pada segelintir orang akhirnya menjadi bola salju yang akibatnya merusak satu generasi bangsa. Wallahualam bishawab..

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *