berkah musim hujan

Berkah Musim Hujan Menurut Al-Qur’an & Hadits

Menjelang bulan Desember – Februari suasana musim hujan mulai berasa. Apalagi jika Sobat Duha tinggal di Jakarta, hujan turun tidak mengenal waktu, baik itu di pagi atau pun malam hari. Di saat – saat seperti ini kalau kita melihat berita di media, banyak sekali pemberitaan tentang bahaya hujan. Headline berita  seperti “Musim Hujan Tiba, Waspada Banjir!”, “Hati – Hati Penyebaran Penyakit di Musim Hujan”, “Hujan Datang, Waspada Longsor!” hampir semuanya memandang buruk musim hujan dan menyalahkan alam. Padahal menurut islam, hujan turun adalah petanda keberkahan Allah turun.

Hujan Adalah Berkah Bukan Musibah

Mungkin sekarang Sobat Duha kesal karena kehujanan di jalan, tapi bayangkan jika bertahun – tahun lamanya hujan tidak turun di negeri ini. Kekeringan melanda, tanaman – tanaman tidak tumbuh, air susah didapat, cuaca panas & kering, dan banyak lagi dampak negatif lainnya. Sejatinya hujan memiliki peran penting bukan hanya dalam kehidupan manusia tetapi juga seluruh makhluk hidup. Hal ini disebutkan dalam beberapa ayat di Al Qur’an.

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُّبَارَكاً فَأَنبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَّهَا طَلْعٌ نَّضِيدرِزْقاً لِّلْعِبَادِ وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَّيْتاً كَذَلِكَ الْخُرُوجُ

“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh berkah lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun, untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.” (QS: Qaaf [50]: 9-11)

Ayat ini menjelaskan bahwa hujan merupakan bentuk rahmat Allah untuk kelangsungan hidup makhluk – Nya. Dengan turunnya hujan, mendorong terpenuhinya kebutuhan – kebutuhan di muka bumi.

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?.” (QS. Al Anbiya’ (21) : 30)

Al Baghowi menafsirkan ayat ini, “Kami menghidupkan segala sesuatu menjadi hidup dengan air yang turun dari langit yaitu menghidupkan hewan, tanaman dan pepohonan. Air hujan inilah sebab hidupnya segala sesuatu.”

Hujan Membawa Kebahagiaan

berkah musim hujan

Ada masa dimana bertahun – tahun hujan tidak turun di suatu negeri. Penduduknya kelaparan, miskin & hampir saja putus asa. Mereka berkumpul untuk berdoa pada Allah agar diturunkan hujan. Ketika doa mereka terkabul, bahagia dan suka cita menyelimuti negeri tersebut.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الأرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat [41] : 39).

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِن بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS: Asy-Syuura [41] : 28).

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ مَهْدًا وَجَعَلَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلًا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS: Az-Zukhruf : 11)

 

Doa Seorang Muslim Saat Hujan Turun

berkah musim hujanLalu doa apa yang sebaiknya kita ucapkan saat musim hujan / hujan turun?

 

 

 

Dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”. (HR. Bukhari no. 1032)

Ibnu Baththol mengatakan, ”Hadits ini berisi anjuran untuk berdo’a ketika turun hujan agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, begitu pula semakin banyak kemanfaatan.” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 5: 18, Asy Syamilah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *