motivasi hijab

Motivasi Untuk Kamu Yang Ingin Pakai Hijab (2)

Mengenakan hijab bukan serta merta hanya trend fashion atau ikut-ikutan gaya selebriti aja. Lebih dari itu, sudah menjadi kewajiban setiap muslim yang sudah baligh untuk menutup auratnya  terutama bagi wanita untuk berhijab.

Untuk Sobat Duha yang belum berhijab, semoga segera dibukakan hatinya oleh Allah untuk berhijab. Yuk coba baca motivasi – motivasi berhijab dari Dunia Halal ini ;

Hijab Membuat Hati Lebih Ikhlas

Coba bayangkan, jika dulu kita bebas mengenakan baju model apa saja yang sedang trend, dengan gaya rambut terkece supaya dipuji-puji orang. Setelah memakai hijab kita diharuskan untuk menutup seluruh badan dan berpenampilan sederhana tidak berlebih-lebihan. Tentunya kita harus memiliki hati yang ikhlas melakukannya karena Allah semata. Apalagi beberapa perempuan awalnya kerap mengeluhkan gerah, ribet saat memakai hijab. Tapi seiring waktu dengan hati yang ikhlas kita akan terbiasa dengan kondisi apapun.

“Katakanlah: ‘(Api) Neraka Jahannam itu lebih sangat panas. Jika mereka mengetahui.’” (Qs. At-Taubah: 81)

Jadi kamu lebih tahan mana? Panasnya matahari di bumi dengan pakai hijab atau panasnya neraka di akhirat nanti?

Hijab Menentramkan Hati

Ketika seorang wanita berhijab, semua orang tahu bahwa ia seorang muslim. Hijab menjadi identitas seorang wanita dan tanda kepatuhan dirinya atas perintah Allah. Hijab membuat hati menjadi lebih tenang, tentram dan semakin dekat dengan Allah. Jadi perlu diingat, bukan menunggu hati yang sempurna baru berhijab, tapi jemputlah kesempurnaan hati dengan berhijab.

Hijab Mengubah Akhlak & Kebiasaan

Dengan memakai hijab lama – kelamaan akhlak & perilaku kita pun akan berubah. Misalnya yang dulu mudah tersulut emosi, sering berbicara kasar, sering membantah orang tua, dan lain sebagainya. Setelah berhijab perlahan kita menjadi lebih sabar dan ingin selalu melakukan hal yang positif. Apalagi ditambah dengan sholat yang rajin, membaca al – qur’an & tidak bosan menuntut ilmu.

Hijab  Tidak Mengurangi Kecantikan

Berhijab tidaklah mengurangi penampilan & kecantikan seorang wanita. Justru dengan berhijab syar’I menjadikan ia lebih cantik dan terjaga dari segala fitnah yang akan menistakannya nanti. Hijab menjadikan kecantikan wanita terjaga hanya untuk pasangan halalnya.

“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS An-Nur : 31)

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS Al-A’raf :26)

Perlahan Mencintai Hijab

Memang keputusan awal berhijab menjadi keputusan yang berat bagi beberapa orang. Bahkan harus beberapa kali membuka dan memakai lagi hijabnya. Tapi percayalah dengan niat yang ikhlas dan kesungguhan kamu akan perlahan mencintai hijabmu. Jika kita temui teman yang kerap memakai dan membuka hijab atau memakai hijabnya kurang sempurna (tidak syar’i) sebaiknya jangan langsung dihakimi atau dicap buruk, sebaliknya nasehati mereka dengan bijak tanpa menghakimi atau pun mencela. Insya Allah mereka kembali ke jalan yang benar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, yang artinya,

“Barang siapa di antara kalian mampu membuat perlindungan diri dari api Neraka meskipun hanya dengan sebiji kurma, maka lakukanlah.” (Hadits shahih. Lihat Shahih Al-Jaami’ (no. 6017). Dari jalan ‘Adi bin Hatim radhiyallahu ‘anhu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *