hijab

Motivasi Untuk Kamu Yang Ingin Pakai Hijab (1)

Sudah menjadi kewajiban bagi seorang muslim yang sudah baligh untuk menutup auratnya. Terutama bagi wanita untuk segera menggunakan hijab. Namun terkadang banyak alasan seorang perempuan enggan memakai hijab, bisa jadi karena merasa belum siap, panas, ribet, gak stylish dan lain sebagainya.

Ada juga perempuan yang beranggapan bahwa mereka perlu memperbaiki hatinya dahulu baru menutup aurat mereka. Bahwa hatinya belum cukup suci untuk memakai hijab, padahal hijab bukanlah sebuah lambang kesucian atau kesempurnaan akhlak namun kewajiban yang diperintahkan langsung oleh Allah. Hal ini tertulis dalam Al – Qur’an ;

يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin : ”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Ahzâb:59).

Sampai kapanpun semua manusia pasti akan jauh dari kesempurnaan. Lantas kalau harus menunggu sampai sempurna baru menggunakan hijab, sampai kapan? Bukankah tugas kita sebagai seorang muslim harus selalu memperbaiki diri?

Nah, supaya Sobat Duha yang belum berhijab segera dibukakan hatinya untuk berhijab.Yuk baca motivasi – motivasi berhijab berikut ini ;

Hijab Melindungi Kita

Kalau Sobat Duha pernah melihat salah satu video experiment di Youtube, dimana ada seorang wanita yang merekam dirinya berjalan di pinggir kota, satu video sedang memakai hijab dan satu lagi tidak. Ketika tidak memakai hijab banyak sekali pria yang memanggil dan menggodanya dengan nada usil seperti “Hey cantik” “Mau kemana cantik?” “Ikut denganku yuk cantik” bahkan ada pria yang mengikutinya dari belakang sepanjang jalan, mengerikan bukan? Hal ini berbeda ketika ia memakai hijab, pria – pria itu terlihat enggan mendekati wanita tersebut, hanya melihat sekali dan langsung berpaling. Ini membuktikan bahwa hijab bisa melindungi wanita dari gangguan dan hal – hal buruk yang tidak diinginkan. Tentunya dengan dibarengi dengan doa sebelum berpergian.

“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” (Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi (no. 1173), Ibnu Khuzaimah (III/95) dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir (no. 10115), dari Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma).

Hijab Mengubah Gaya Hidup Kita

Ketika Sobat Duha memutuskan untuk berhijab, sedikit banyak perlakuan orang – orang di sekeliling kita juga akan berubah. Misalnya, jika sebelum berhijab pergaulan dengan lawan jenis sangat akrab sampai rangkulan atau pelukan, setelah berhijab mereka biasanya akan lebih jaga diri. Kalau dulu sebelum berhijab sering kita diundang ke acara / pesta yang menyajikan khamr. Setelah berhijab tempat – tempat yang biasanya kita datangi adalah tempat – tempat yang baik.

قـُل لـِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡـفـَظۡنَ فـُرُوجَهُنَّ وَلـَا يُبۡـدِينَ زِينَتـَهُنَّ إِلـَّا مَا ظـَهَرَ مِنۡهَا ۖ وَلۡـيَضۡرِبۡنَ بـِخُمُرِهـِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهـِنَّ ۖ … (النور : 31)

Katakanlah (wahai Nabi Muhammad) kepada wanita- wanita mukminah, ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan hiasan (pakaian, atau bagian tubuh) mereka kecuali yang (biasa) nampak darinya dan hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka (QS. an-Nur [24]: 31).

Hijab Meningkatkan Rasa Malu   

Untuk yang baru pertama kali memakai hijab pasti rasanya panas, gerah bahkan ada yang merasa pusing. Tapi lama kelamaan jika kita keluar rumah gak pakai hijab rasanya ada yang kurang dan malu. Rasa malu tidak memakai hijab lambat laun berkembang menjadi rasa malu lain, misalnya malu jika kita meninggalkan sholat, malu jika tidak puasa saat Ramadhan, malu kalau masih mesra – mesraan dengan lawan jenis yang bukan mahram apalagi di tempat umum, dan lain – lain.

Rasa malu ini membuka hati kita untuk semakin berdekatan dengan Allah. Perlu diingatkan lagi, jangan tunggu sampai akhlak sempurna baru berhijab, tapi berhijab lah dulu baru seiring waktu akhlak kita akan sempurna. Insya Allah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *