berdagang islam

6 Keutamaan Berdagang Dalam Islam

Profesi yang paling mulia dalam islam ialah berdagang karena Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sendiri merupakan seorang pedagang yang kerap mendoakan para pedagang yang memiliki sifat jujur.

Saat Rasulullah berusia 25 tahun, beliau berdagang ke negeri Syam dengan modal yang diberikan oleh Khadijah radhiallahu’anha sebelum mereka menikah. Kala itu Khadijah merupakan seorang pengusaha yang cukup terhormat. Ia banyak mempekerjakan orang untuk menjalankan usahanya secara bagi hasil. Kala itu Khadijah mendengar tentang Rasulullah (sebelum diangkat sebagai Rasul) merupakan sosok yang jujur, amanah, dan memiliki akhlak yang mulia. Maka ia pun mengutus seseorang untuk menawarkan Rasulullah menjual barang-barangnya ke negeri Syam.

Rasulullah SAW kerap memotivasi umatnya untuk menjadi pedagang. Beliau bersabda:

التاجر الصدوق الأمين مع النبيين والصديقين والشهداء

“Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang selalu jujur dan orang-orang yang mati syahid.” (HR. Tirmidzi, Kitab Al-Buyu’ Bab Ma Ja-a Fit Tijaroti no. 1130)

Adapun keutamaan berdagang dalam islam diantaranya;

  1. Berdagang Merupakan Pekerjaan Halal

Jual beli merupakan sesuatu yang dibolehkan (halal) dalam islam kecuali jika ada unsur riba di dalamnya maka menjadi haram.

Dalam (QS. AL-Baqarah ayat 275) Allah SWT. berfirman :

“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.”

Jadi hati-hati dalam berdagang Sobat DuHa. Jangan sampai sesuatu yang baik malah menjerumuskan dalam lubang dosa.

  1. Berdagang Membawa Keberkahan

Kejujuran merupakan sesuatu yang paling ditekankan dalam aktivitas jual beli di islam. Apabila jual beli dilakukan atas dasar kejujuran, baik pedagang dan pembeli maka keduanya memperoleh keberkahan.

Dari Hakim bin Hizam ra., Rasulullah SAW. bersabda :

“Penjual dan pembeli, keduanya bebas memilih selagi belum berpisah. Maka jika keduanya jujur dan saling menjelaskan dengan benar, maka akan diberkahi pada bisnis keduanya. Namun jika menyembunyikan cacat dan dusta, maka terhapuslah keberkahan jual beli tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Berdagang Merupakan Ladang Pahala

Berdagang dengan niat ingin menghidupi keluarga atau membantu kehidupan orang-orang di sekitar merupakan bagian dari shodaqoh dan menjadi ladang pahala.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

ما كسب الرجل كسباً أطيب من عمل يده، وما أنفق الرجل على نفسه وأهله وولده وخادمه فهو صدقة

“Tidaklah seseorang memperoleh suatu penghasilan yang lebih baik dari jerih payah tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahi dirinya, istrinya, anaknya dan pembantunya melainkan ia dihitung sebagai shodaqoh.” (HR. Ibnu Majah di dalam As-Sunan, Kitab At-Tijaroot Bab Al-Hatstsu ‘Ala Al-Makasibi, no.2129. al-Kanani berkata, ‘Sanadnya Hasan’, Lihat Mishbah Az-Zujajah III/5).

  1. Berdagang Meningkatkan Perekonomian Umat

Aktivitas perdagangan biasanya melibatkan banyak pihak mulai dari pemasok, produsen, distributor besar & kecil , kurir, hingga jatuh ke tangan konsumen. Rantai bisnis tersebut bermanfaat untuk membangkitkan perekonomian umat secara global. Semua orang bisa bekerja dan semua orang menikmati rezekinya.

  1. Berdagang Menambah Wawasan

Ilmu dan wawasan tidak hanya didapatkan dari perguruan tinggi ataupun buku. Pelajaran yang sebenarnya bisa didapatkan dan dirasakan langsung di lapangan. Dengan berdagang, kita akan mendapatkan wawasan dari orang-orang sekitar, baik rekan bisnis, pelanggan, sesama pedagang dan banyak lagi. Semakin kita bersemangat dan aktif, semakin wawasan kita luas.

  1. Berdagang Menjalin Silaturahmi

Rasulullah SAW. bersabda :

“Barang siapa yang senang diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan tali silaturahmi.”

Melalui berdagang tidak hanya mendapatkan rezeki yang halal tetapi juga bisa mengenal banyak orang, menjalin silaturahmi, hingga kerjasama bisnis. Reputasi Sobat DuHa sangat diperhatikan oleh orang-orang sekitar. Apabila Sobat DuHa dikenal dengan reputasi yang baik, jujur, dapat dipercaya, baik akhlaknya maka bisa mendatangkan rezeki yang lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *