nikah

Inilah Fakta-Fakta Tentang Nikah, Benar Atau Tidak?

Nikah memang pembahasan yang tidak ada habis-habisnya. Setelah menginjak umur 20an pasti pertanyaan seputar pasangan hidup terus datang dari orang-orang terdekat. Pernikahan dalam islam memiliki aturan-aturan tersendiri dan ada fakta-fakta menarik di dalamnya. Selain fakta menarik, ada juga informasi yang belum jelas kebenarannya. Ingin tahu apa saja yang benar dan salah seputar nikah? Yuk baca di bawah ini;

  1. Nikah Menambah Saudara

Benar.

Berbeda dengan budaya barat, di Indonesia ketika seseorang menikah bukan hanya tentang 2 individu melainkan juga menyatukan dua keluarga. Karena itu, ketika seseorang menikah artinya kita akan memiliki lebih banyak saudara. Dengan bertambah saudara, sadar atau tidak kita dan pasangan akan mendapat lebih banyak pertolongan dan bantuan kalau-kalau musibah datang melanda. Relasi pun semakin luas baik untuk bisnis ataupun pekerjaan lainnya.

  1. Nikah Membuka Pintu Rezeki

Benar.

Perasaan takut soal biaya hidup setelah berumah tangga mungkin saja muncul dalam benak kita. Tapi hal ini tidak perlu terlalu dirisaukan, karena Allah SWT sendiri sudah menjamin rezeki makhluknya.

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. ” (QS. An-Nur, 32).

Pada dasarnya, selama pernikahan dijalankan dengan ikhlas dan saling percaya, segala pekerjaan akan terasa ringan. Terlebih lagi ketika pasangan senantiasa memberi dukungan untuk mencari rezeki yang halal. Insya Allah bekerja semakin semangat dan rezeki terus mengalir.

  1. Nikah Harus Pacaran Dulu

Salah.

Di masa sekarang ini, pacaran sudah menjadi hal yang lumrah, sekalipun di kalangan pemuda pemudi muslim. Banyak yang beranggapan bahwa pacaran penting untuk mengenal pasangan sebelum menikah. Namun kenyataannya, banyak yang malah terperosok ke hal-hal yang dilarang agama seperti perzinahan. Di islam sendiri sudah ada tata cara mengenal calon pasangan sebelum menikah tanpa harus melanggar syariat. Kita tinggal menjalankan dan berdoa agar diberi pasangan yang terbaik dunia & akhirat.

  1. Nikah Jangan Di Bulan Shafar

Salah.

Di masa jahiliyyah,masyarakat Arab menganggap Bulan Safar merupakan bulan tidak baik, dan banyak bencana/musibah muncul di bulan ini hingga banyak aktivitas yang ditunda salah satunya pernikahan. Pernikahan di bulan Shafar dianggap akan membawa kesialan.

Rasulullah SAW menangkal paradigma tersebut dengan menganjurkan semua umat yang sudah mampu untuk menikah sebagai penyempurna agama. Rasulullah SAW sendiri sudah memberikan contoh untuk tidak mengikuti kebiasaan Jahiliyyah yaitu melanggar larangan menikah di Bulan Syawal.

  1. Nikah Yang Harus Satu Suku

Salah.

Sebenarnya sah-sah saja jika kita dan keluarga memiliki referensi tersendiri dalam memilih pasangan. Mungkin dengan menikah yang satu suku atau memiliki budaya sama, maka kebiasaan kita dan pasangan tidak jauh berbeda. Mengenal pasangan pun jauh lebih mudah daripada yang berbeda budaya atau kebiasaan. Namun dalam islam penikahan tidak boleh ada unsur pemaksaan. Tidak ada aturan harus menikah dengan yang satu suku, hanya agama yang harus menjadi pertimbangan sebelum menikah.

  1. Nikah Jangan Langkahi Kakak

Salah.

Budaya Indonesia mengenal istilah pamali. Apalagi menyangkut pernikahan, ketika seorang adik melangkahi kakaknya untuk menikah maka ada istilah pamali kalau-kalau sang kakak nantinya akan kesulitan mendapat jodoh. Padahal jodoh, maut, & rezeki sudah diatur Allah SWT, kita tidak pernah tahu pasti kapan jodoh kita akan datang. Karena itu, jika jodoh sudah datang, tidak baik mengundur-ngundur waktu menikah. Kita doakan saja kakak kita nantinya akan mendapat jodoh terbaiknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *