harta muslim

Kewajiban Seorang Muslim Terhadap Harta Miliknya

Harta merupakan unsur penting dalam keberlangsungan hidup manusia. Dalam islam, manusia tidak dilarang untuk mencari dan mengumpulkan harta. Hanya saja, ada aturan yang harus ditaati
berkaitan dengan hak & kewajiban dari harta itu sendiri.

Adapun kewajiban seorang muslim terhadap harta miliknya adalah sebagai berikut;

1. Mendapatkan & Membelanjakannya Secara Halal

Pertama, harta yang diperoleh haruslah halal, artinya didapat dengan cara yang benar sesuai dengan kaidah-kaidah agama. Harta yang didapat secara halal akan mendatangkan ketenangan &
kebahagiaan hidup. Sebaliknya, harta yang didapat dengan cara-cara yang haram sudah pasti menuai siksaan baik di dunia maupun akhirat. Kedua, penyaluran hartanya pun harus sesuai jalur agama. Misalnya untuk membelanjakan makanan & minuman yang halal. Sebagaimana dalam Surah Al-Maidah: 88,”Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.”

2. Mengaturnya Dengan Baik

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak
(pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al-Furqon: 67).

Islam mengajarkan kita untuk membelanjakan sesuatu sesuai dengan kebutuhannya, tidak berlebih- lebihan, apalagi harus sampai mengutang untuk membeli sesuatu yang tidak terlalu penting hanya demi memenuhi nafsu saja. Namun jangan pula terlalu pelit karena setan menakuti manusia dengan kemiskinan dan menyuruh kita untuk kikir, padahal karunia Allah sangatlah besar, tidak mungkin Allah tidak memberikan rezeki kepada umatnya di muka bumi ini.

3. Tidak Menimbunnya
Ada banyak hadist Rasulullah SAW yang menggambarkan betapa mengerikannya akibat dari mereka yang suka menumpuk/menimbun harta tanpa memberikan hak-hak kepada fakir miskin sesuai dengan ketentuan agama. Adapun dalam firman-Nya Allah menjelaskan;

“Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung, dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At-Taubah: 35).

4. Menjalankan Ibadah Maliyah
Kewajiban berikutnya adalah menjalankan ibadah maliyah. Ibadah maliyah sendiri merupakan
ibadah yang dilakukan dengan menggunakan harta benda, seperti zakat, infaq, sedekah, waqaf, dan lain-lain.

Di dalam Al-Qur’an, ibadah maliyah sangat utama bagi orang yang beriman dan bertakwa. Bagi
mereka yang menjalankan ibadah ini akan memperoleh kemuliaan dan pemuliaan dari Allah berupa petunjuk (hudan), rezeki, al-falah (keberuntungan) dan derajat yang tinggi di Surga Firdaus nanti.

“Sesungguhnya orang beriman itu hanyalah mereka yang disebut nama Allah bergetar hatinya, jika dibacakan kepada mereka ayat-ayat- Nya ayat itu membuat iman mereka makin bertambah, dan hanya Kepada Rabb mereka bertawakkal . Yaitu orang yang mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian (harta) yang Kami rezkikan kepada mereka. Mereka itulah orang beriman yang hakiki, dan mereka akan memperoleh kedudukan (derajat) yang tinggi di sisi Tuhan mereka, ampunan, serta rezki yang mulia” (terj. Qs. Al-Anfal ayat 2-4).

Jadi jangan lupa sisihkan hartamu untuk orang lain yang membutuhkan yah Sobat DuHa. Kamu
bisa menyalurkannya lewat Dunia Halal bersama dengan Aksi Cepat Tanggap lewat program
Kapal Kemanusiaan Untuk Palestina & Selamatkan Rumah Sakit Di Palestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *