Bahan Obat

Bahan Haram dalam Obat-Obatan

Pembuatan obat membutuhkan sejumlah komponen, namun ada 2 bahan yang sangat penting yaitu bahan aktif dan bahan farmaseutik (bahan tidak aktif).

Tahukah Sobat DuHa? Sumber bahan aktif dan bahan farmaseutik ada banyak, mulai dari tanaman, hewan, mikroba, bahan sintetik kimia, virus yang telah dilemahkan, hingga bahan-bahan yang berasal dari manusia.

Teknologi yang semakin canggih saat ini membuat proses pembuatan obat semakin maju hingga konsumen tidak lagi dapat mengetahui kehalalan bahan-bahan yang ada di dalam komposisi obat.

Bahan Aktif 

Bahan aktif bisa dipertanyakan kehalalannya karena berasal dari hewan. Contoh bahan aktif yang berasal dari hewan adalah protein, asam amino, vitamin, hingga asam lemak. Bahan aktif dikatakan halal jika berasal dari hewan halal, atau yang dipotong secara halal. Sebab bahan-bahan seperti protein dan asam lemak bisa jadi dari seekor babi, dari tulang, kulit hingga lemaknya.

Lalu bagaimana bahan aktif yang berasal dari mikroba? Bahan aktif ini tidak sepenuhnya bisa dipergunakan secara langsung oleh para produsen. Diperlukan proses fermentasi untuk memperoleh bahan aktif dari mikroba. Fermentasi tentunya membutuhkan bahan-bahan perantara. Bahan perantara ini juga salah satunya bisa berasal dari binatang yang haram seperti babi.

Selain itu, bahan aktif juga bisa berasal dari manusia itu sendiri. Contohnya adalah rambut manusia dan placenta. Placenta merupakan ari-ari yang sangat berguna bagi bayi saat masih berada di dalam kandungan, biasanya bahan ini digunakan untuk obat muka, penyakit liver, hingga kanker. Namun bahan-bahan dari manusia belum tentu bebas haram. Bahan aktif ini bisa saja terkontaminasi dengan bahan farmaseutik yang mengandung alkohol.

Bahan Farmaseutik 

Sama dengan bahan aktif yang berasal dari tumbuhan, bahan farmaseutik juga harus diperhatikan kandungan dan campurannya. Bisa saja tercampur atau terkontaminasi dengan bahan yang belum jelas kehalalannya.

Kebanyakan obat-obatan menggunakan bahan farmaseutik sebagai bahan tambahan agar khasiatnya bisa diserap oleh tubuh. Bahan farmaseutik terdiri dari 28 macam, beberapa diantaranya ada yang dipertanyakan kehalalannya, termasuk bahan pewarna, behan perisa, bahan pengisi tablet, bahan pengkilap, bahan pemanis, bahan pelarut, dan bahan enkapsulasi.

Nah, Sobat DuHa selain kita harus waspada terhadap bahan-bahan tersebut, kita juga harus memperhatikan bentuk dari obatnya. Misalnya obat kapsul, kapsul membutuhkan gelatin dalam kuantitas yang banyak dalam pembuatannya. Gelatin tentunya berasal dari tulang maupun kulit hewan seperti ikan, sapi, dan babi. Untuk obat serbuk, pengunaan laktosa dalam proses produksi obat serbuk harus diperhatikan, karena enzim hewani kemungkinan berperan dalam pembuatannya.

Ini hanya beberapa contoh untuk Sobat DuHa berhati-hati dalam mengkonsumsi obat-obatan, karena belum tentu yang kita konsumsi termasuk obat-obatan halal. Supaya lebih aman Sobat DuHa bisa pilih obat-obatan herbal halal yang ada di DuniaHalal.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *