Parfum

Parfum Beralkohol, Halalkah?

Sobat DuHa pastinya ingin selalu tampil bersih, rapih, dan juga wangi. Untuk beberapa orang, supaya gak bau badan, gak cukup hanya memakai deodorant, tapi juga ditunjang dengan memakai parfum.

Ada banyak jenis dan merk parfum di luar sana. Mulai dari wangi bunga hingga buah-buahan. Mulai dari merk lokal, internasional, hingga yang berlabel artis-artis terkenal.

Satu hal yang menjadi pembicaraan seputar parfum di kalangan muslim, yaitu kandungan alkohol yang ada di dalamnya. Apakah parfum yang memiliki kandungan alkohol halal digunakan??

Banyak orang mengira parfum hanya mengandung alkohol yang jauh lebih sedikit dibanding kandungan parfum murninya. Ini merupakan tanggapan yang salah, karena kandungan alkohol di dalam parfum dapat mencapai 90%, dan parfum murni nya hanya 10%.

Alkohol memang bahan yang penting dalam pembuatan wangi-wangian. Justru pembuatan parfum yang paling sederhana hanya memperlukan alkohol dan air bersih, dicampur dengan bahan-bahan lainnya yang beraroma.

Untuk menjawab pertanyaan di atas, kita bisa membaca pendapat dari beberapa ulama. Dalam islam sendiri dianjurkan untuk menggunakan wangi-wangian di waktu tertentu. Seperti saat shalat Jum’at, saat seorang istri berdandan di depan suaminya, juga di dalam acara-acara seperti hari raya.

Lalu bagaimana dengan wangi-wangian yang mengandung alkohol? Tentunya Sobat DuHa sudah tahu bahwa minuman mengandung alkohol yang memabukan itu diharamkan. Namun ada pendapat yang mengatakan menggunakan alkohol selain diminum hukumnya bukan haram tetapi najis.

Pendapat ini diperkuat dengan hadits Rasulullah SAW dari seorang Abu Tsa’lanah Al-Khusyani. Beliau pernah bertanya, “Kami bertetangga dengan ahli kitab, mereka memasak babi dalam panci-panci mereka dan meminum khamr dalam bejana-bejana mereka.” Rasulullah SAW menjawab, “Jika kaum mendapati wadah lain, makan dan minumlah padanya. Jika kamu tidak mendapati wadah lainnya, cucilah wadah mereka dengan air dan gunakan untuk makan dan minum”. Perintah Nabi Muhammad SAW untuk mencuci wadah dengan air mengindikasikan bahwa khamr (dalam hal ini alkohol) itu merupakan najis yang harus disucikan terlebih dahulu sebelum digunakan.

Apakah Khamar itu najis?? Surah Al-Maidah ayat 90 mengatakan, “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban) untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji (rijsun) termasuk perbuatan syaitan”. Setelah membaca kutipan ini, jelas-jelas khamr itu najis.

Ada juga ulama yang menarik kata “rijsun” dari ayat tersebut dan mengatakan bahwa itu berarti najis secara maknawi. Oleh karena itu ini merupakan pendapat bahwa alkohol itu tidak najis dan haram, asal tidak dikonsumsi.

Dari berbagai pendapat ulama di atas, Sobat DuHa bisa menyimpulkan sendiri apakah alkohol di dalam parfum tergolong najis atau tidak. Akan lebih aman dan praktis jika Sobat DuHa membeli di DuniaHalal.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *