buah yang disebut alquran

5 Buah Yang Disebut Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan sebuah pedoman bagi umat Islam dan sebuah mukjizat terbesar Nabi
terakhir, yaitu Muhamad SAW. Di dalam Al-Qur’an mencangkupi segala pembahasan dari alam
semesta, kisah sejarah, serta penekanan tentang moral. Namun, sering kali kita kurang memperhatikan hal-hal detil yang ada di dalam Al-Qur’an seperti nama-nama buah yang sering
disebutkan. Mau tahu buah-buah yang disebut alquran?

Berikut 5 buah yang disebut alquran

1. Tin

Tin disebut pada ayat pertama Surah At-Tin, yang bertuliskan;

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ

“Wattiini wazzaytuun”

“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun”

Surah At-Tin menuliskan buah Tin dan buah zaitun sebagai kiasan terhadap tempat mendaratnya bahtera Nabi Nuh yaitu Gunung Judi, sebagai buah Tin dan tempat kelahiran Nabi Isa yaitu Palestina, di mana buah zaitun tumbuh. Buah Tin sendiri memiliki kandungan gula yang sangat tinggi, serta kalsium, fosfor, zat besi, dan beberapa vitamin. Manfaat dari buah Tin antara lain sebagai pengobatan jika susah buang air besar, mengobati luka dan bisul serta penyakit usus atau lambung.

2. Kurma

Kurma muncul dua kali dalam dua surah yang berbeda. Pertama, di dalam Surah Maryam
ayat 24 -26 yang berbunyi;

(24)                   فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا  

“Fanādāhā Min Taĥtihā ‘Allā Taĥzanī Qad Ja`ala Rabbuki Taĥtaki Sarīyāan”

(25)                   وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا

“Wa Huzzī ‘Ilayki Bijidh`i An-Nakhlati Tusāqiţ `Alayki Ruţabāan Janīyāan”

(26)                   فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنسِيًّا

“Fakulī Wa Ashrabī Wa Qarrī `Aynāan Fa’immā Taraynna Mina Al-Bashari ‘Aĥadāan Faqūlī ‘Innī Nadhartu Lilrraĥmani Şawmāan Falan ‘Ukallima Al-Yawma ‘Insīyāan”

“Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: ‘Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masakkepadamu, maka makan, minum, dan bersenang hatilah….”

Satu lagi ada disebut di dalam Surah Ar-Rad ayat 13:

وَلِلّهِ يَسْجُدُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلالُهُم بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ

“Wa Lillahi Yasjudu Man Fī As-Samāwāti Wa Al-‘Arđi Ţaw`āan Wa Karhāan Wa Žilāluhum Bil-Ghudūwi Wa Al-‘Āşāli”

“Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir. ”

Dari ayat-ayat tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa Allah S.W.T memiliki maksud
tertentu memberitahu kita agar memperhatikan buah kurma. Buah kurma sendiri merupakan
buah yang sangat bergizi, mengandung fruktosa dan glukosa, keduanya berkalori tinggi dan
mudah dicerna tubuh. Kurma memiliki 2,2% kandungan protein yang sangat baik untuk otak,
dan juga kandungan mineral yang esensial bagi tubuh kita seperti potassium, sodium, dan
kalsium.

3. Pisang

Surah Al-Waaqi’ah menyembut nama pisang pada ayat 28-33 yang berbunyi;

(28) فِى سِدْرٍ مَّخْضُودٍ

“Fī Sidrin Makhđūdin”

(29) وَطَلْحٍ مَّنضُودٍ

“Wa Ţalĥin Manđūdin”

(30) وَظِلٍّ مَّمْدُودٍ

“Wa Žillin Mamdūdin”

(31) وَمَآءٍ مَّسْكُوبٍ

“Wa Mā’in Maskūbin”

(32)وَفَٰكِهَةٍ كَثِيرَةٍ

“Wa Fākihatin Kathīrahin”

(33) لَّا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ

“Lā Maqţū`atin Wa Lā Mamnū`ahin”

“Berada di antara pohon bidara yang tak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya.”

Pisang sangat bergizi karena kaya akan kandungan potassium dan karbonhidrat. Pisang sering kali dianjurkan sebagai obat penyembuh demam, gangguan sistem pencernaan, kejang-kejang, dan jika otot terkilir.

4. Zaitun

Buah zaitun menjadi buah yang paling banyak disebutkan di dalam Al-Qur’an sebanyak 7 kali.
Salah satunya di dalam surah An-Nahl ayat 10 – 11 yang berbunyi;

(10) هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً لَّكُم مِّنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

“Huwa Al-Ladhī ‘Anzala Mina As-Samā’i Mā’an Lakum Minhu Sharābun Wa Minhu Shajarun Fīhi Tusīmūna”

(11) يُنۢبِتُ لَكُم بِهِ ٱلزَّرْعَ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلنَّخِيلَ وَٱلْأَعْنَٰبَ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Yunbitu Lakum Bihi Az-Zar`a Wa Az-Zaytūna Wa An-Nakhīla Wa Al-‘A`nāba Wa Min Kulli Ath-Thamarāti ‘Inna Fī Dhālika La’āyatan Liqawmin Yatafakkarūna”

“Dialah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

Pohon zaitun mudah ditemukan di Spanyol, Turki, Italia, Tunisia, dan Maroko. Zaitun
dapat diolah menjadi minyak zaitun, di mana biasa digunakan untuk berbagai masakan. Zaitun sangat bermanfaat untuk ibu-ibu yang sedang menyusui dan baik bagi serabut arteri
otak.

5. Buah Khuldi

Sobat DuHa pasti tahu buah khuldi ini merupakan buah terlarang yang dimakan oleh Nabi
Adam. Karena memakan buah ini, Adam dan Hawa diturunkan dari surga ke bumi. Buah ini
tertulis di dalam Al-Qur’an surah Al-Araf ayat 22;

فَدَلَّىٰهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا ٱلشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ وَنَادَىٰهُمَا رَبُّهُمَآ أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا ٱلشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَآ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Fadallāhumā Bighurūrin Falammā Dhāqā Ash-Shajarata Badat Lahumā Saw’ātuhumā Wa Ţafiqā Yakhşifāni `Alayhimā Min Waraqi Al-Jannati Wa Nādāhumā Rabbuhumā ‘Alam ‘Anhakumā `An Tilkumā Ash-Shajarati Wa ‘Aqul Lakumā ‘Inna Ash-Shayţāna Lakumā `Adūwun Mubīnun”

“…maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”

Dan surah Thaha ayat 120 dan 121 yang berbunyi;

(120) فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ ٱلشَّيْطَٰنُ قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ

“Fawaswasa ‘Ilayhi Ash-Shayţānu Qāla Yā ‘Ādamu Hal ‘Adulluka `Alá Shajarati Al-Khuldi Wa Mulkin Lā Yablá”

(121) فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ وَعَصَىٰٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوَىٰ

“Fa’akalā Minhā Fabadat Lahumā Saw’ātuhumā Wa Ţafiqā Yakhşifāni `Alayhimā Min Waraqi Al-Jannati Wa `Aşá ‘Ādamu Rabbahu Faghawá”

“Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: ‘Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?’. Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.”

Nah, Sobat DuHa dapat mempelajari mengenai ayat-ayat di atas lebih lanjut dengan membeli Al-Qur’an yang tersedia di DuniaHalal.com.

Diatas Sudah disebutkan buah yang disebut alquran dan juga tertera ayat-ayatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *